BLITAR KAWENTAR – Rumah Zakat hadir di Surabaya dengan visi besar meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai aspek. Tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, Rumah Zakat membangun program berkelanjutan yang menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, budaya, hingga lingkungan.
Di bidang kesehatan, Rumah Zakat menghadirkan layanan klinik pratama dan posyandu lansia. “Fasilitas ini menjadi garda terdepan dalam memberikan akses kesehatan murah bahkan gratis bagi warga sekitar.” Ucap Aditya Evan. Program kesehatan ini menjadi solusi nyata di tengah masih tingginya biaya layanan medis.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Rumah Zakat menaruh perhatian pada generasi muda. Anak-anak mendapatkan akses bimbingan belajar, pembinaan keagamaan, hingga pelatihan seni dan musik. Tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, namun juga membangun karakter dan kreativitas.
Dari sisi lingkungan, Rumah Zakat menghadirkan inovasi kebun gizi di Jemur Wonosari. Kebun ini menjadi inspirasi bahwa ruang terbatas bukanlah halangan untuk menanam sayuran sehat. Program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan.
Pembinaan remaja juga menjadi prioritas. “Melalui program Care For Teen, para remaja dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sekaligus diarahkan pada kegiatan positif di luar sekolah.” Ujar Zirzi Zubeir. Langkah ini penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berwawasan, dan berdaya guna.
Analisisnya, model Rumah Zakat Surabaya menunjukkan keberhasilan pendekatan holistik. Alih-alih fokus pada satu sektor, mereka menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sinergi dengan warga dan pemerintah lokal menjadi kunci keberlanjutan program.
Dengan pendekatan multidimensi, Rumah Zakat Surabaya tidak hanya berperan sebagai lembaga amal, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan kota. Keberadaan mereka berkontribusi pada lahirnya masyarakat yang lebih sehat, cerdas, mandiri, dan peduli lingkungan.
Editor : M. Subchan Abdullah