RADAR BLITAR – Petani hortikultura di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kini bisa tersenyum lega. Berkat program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Malang (UM), mereka tak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiram lahan pertanian di lereng Pegunungan Arjuno-Welirang.
Jika sebelumnya penyiraman lahan seluas 3.200 m² membutuhkan waktu minimal 4 jam dengan sistem manual, kini dengan penerapan teknologi tepat guna berupa sistem sprinkle, pekerjaan berat tersebut bisa diselesaikan hanya dalam 1,5 jam saja.
“Perubahan ini sangat terasa. Tenaga lebih hemat, air lebih merata, dan kami masih punya waktu untuk aktivitas lain,” ungkap Bari, salah satu petani dari Desa Sumbergondo dengan penuh rasa syukur pada Rabu(24/9) lalu.
Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Purnomo, S.T., M.Pd. bersama tim dosen UM: Prof. Dr. Tuwoso, M.P., Dian Julianto Wahyudi, M.Pd., dan Johan Wayan Dika, M.Pd.
Tim melakukan serangkaian uji coba lapangan hingga akhirnya menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi topografi lahan berbukit di desa tersebut.
Teknologi yang digunakan adalah pompa irigasi Tesla WP 20 CX bertenaga 5.5 PK, dipadukan dengan selang karet, pipa PVC, stop kran, serta enam titik sprinkle yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
Sistem ini mampu mendorong air hingga ketinggian 23 meter dengan kapasitas 600 liter per menit, sehingga distribusi air lebih merata, baik di lahan rendah maupun tinggi.
Selain memangkas waktu dan tenaga, sistem ini juga meningkatkan produktivitas petani. Petani tidak lagi terbebani dengan pekerjaan penyiraman yang melelahkan, sehingga mereka dapat mengalokasikan energi untuk kegiatan pertanian lainnya.
“Harapannya, inovasi sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di kawasan pegunungan, agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani lebih terjamin,” ujar Prof. Purnomo.
Dengan keberhasilan program ini, UM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat, khususnya di sektor pertanian berbasis hortikultura yang menjadi andalan Kota Batu.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.