RADAR BLITAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja dijalankan pemerintah membawa harapan besar bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Dengan menyediakan makanan sehat di sekolah, program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki kualitas gizi, serta mendukung konsentrasi belajar anak.
Namun, ada satu hal penting yang kerap terlewat dari pembahasan publik, yaitu kesehatan gigi dan mulut.
Menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 9 dari 10 anak usia sekolah di Indonesia mengalami gigi berlubang.
Bayangkan, jika program MBG memberi makanan dengan gula tinggi atau camilan lengket tanpa diimbangi kebiasaan menyikat gigi, risiko kerusakan gigi anak bisa makin parah.
Jika tidak diiringi dengan kebiasaan menyikat gigi yang teratur, sisa makanan yang tidak dibersihkan dapat mempercepat terjadinya karies gigi.
Artinya, program yang diniatkan untuk mendukung kesehatan anak, justru dapat memperburuk masalah gigi yang sudah sangat umum di Indonesia.
Disinilah pentingnya edukasi kedokteran gigi. Tidak hanya diberikan makanan sehat, namun anak-anak sekolah juga dibekali dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Tenaga kesehatan gigi, bahkan mahasiswa kedokteran gigi dapat turun langsung ke sekolah untuk melakukan penyuluhan, memperagakan teknik menyikat gigi yang baik dan benar, serta membiasakan siswa untuk rajin menyikat gigi setelah makan.
Fasilitas seperti wastafel dan pasta gigi berfluoride dapat menjadi pendukung nyata dalam membentuk kebiasaan baik ini. (*)
Penulis adalah Raisya Nadiva, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga.