Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ekskul Karawitan SMPN 2 Nglegok Blitar Jadi Ajang Lestarikan Budaya Lokal

Yanu Aribowo • Senin, 6 Oktober 2025 | 20:00 WIB
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para peserta ekskul karawitan menjalani latihan rutin setiap Kamis sore.
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para peserta ekskul karawitan menjalani latihan rutin setiap Kamis sore.

BLITAR -  Bergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) karawitan, para siswa di SMPN 2 Nglegok diajak ikut berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya lokal atau kesenian tradisional asli Indonesia. Ekskul ini memiliki nama tim Jayatsu dan menjadi salah satu jalur positif menyalurkan bakat dan minat para siswanya.

Di sekolah yang dipimpin Kepala SMPN 2 Nglegok, Samuji SPd MM, ekskul karawitan sudah didirikan sejak 2015. Kini ekskul ini diasuh oleh Jaka Arogya Permadi SPd (pelatih) dan Risma Kusriyanti (pembina), serta menjalani latihan rutin setiap Kamis pukul 15.00 WIB.

Banyak materi yang didapatkan, mulai dari teknik menabuh atau memukul gamelan, serta mengenal beberapa macam gending (lancaran, ladrang, dan ketawang). “Untuk saat ini lebih fokus penguasaan materi lancaran,” jelas Jaka.

Melalui ekskul ini, banyak manfaat yang didapatkan para siswa. Selain ikut berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya lokal, ekskul karawitan juga menjadi media untuk pengembangan keterampilan musik tradisional, meningkatkan kreativitas, keterampilan kerja tim, peningkatan disiplin dan fokus, serta meningkatkan kemampuan dengar dan memori. Peserta ekskul ini adalah para siswa dari kelas VII dan VIII.

Selama bergabung dengan ekskul karawitan, banyak pengalaman menarik yang dirasakan para siswa. Misalnya, pengalaman latihan bersama yang seru, belajar melalui pendekatan tradisional, ikut berperan menjaga serta melestarikan kesenian tradisional.

Selain itu, para siswa juga diajak belajar menyesuaikan diri dengan ritme gamelan yang terkadang kompleks dan berlapis, hingga mendalami filosofi dan spiritual dari seni karawitan.

Melalui berbagai tahapan latihan rutin, ekskul ini mendapatkan respons yang positif. Para siswa melihat ekskul karawitan sebagai kegiatan yang menyenangkan dan lebih santai, terutama karena mereka bisa bermain bersama teman-teman.

Mereka juga merasa lebih akrab dengan suasana grup yang solid karena gamelan sering dimainkan dalam kelompok. Aktivitas seperti ini bisa mengikat mereka dengan cara yang berbeda.

Melalui proses latihan yang panjang, anggota ekskul ini juga mampu mengharumkan nama baik sekolah, ketika mengikuti lomba Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Musik Tradisi dan meraih Juara II Lomba Tembang Macapat se-Blitar Raya.

Selain itu, sekolah yang berada di Kelurahan/Kecamatan Nglegok ini memiliki 12 ekskul untuk mewadahi bakat dan minat para siswanya. Misalnya, sepak bola, jurnalistik, pramuka, paskibra, musik, pencak silat, hadrah, paduan suara, PMR, tari, karawitan, hingga BTQ. (apr/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#ekskul #karawitan #kesenian tradisional