Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar Gelar Literasi Wastra Nusantara

Yanu Aribowo • Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:00 WIB
PRAKTIK: Peserta Literasi Wastra Nusantara praktik membuat produk turunan wastra didampingi Nina Yaroh (tengah).
PRAKTIK: Peserta Literasi Wastra Nusantara praktik membuat produk turunan wastra didampingi Nina Yaroh (tengah).

 

BLITAR – Auditorium Sukarno lantai tiga UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar menjadi lokasi Literasi Wastra Nusantara. Agenda dengan narasumber Nina Yaroh, owner Lemayung, berlangsung selama dua hari, Selasa (7/10/2025) hingga Rabu (8/10), dan diikuti 100 peserta dari Blitar Raya dan sekitarnya.

Literasi Wastra Nusantara merupakan rangkaian literasi yang digelar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno secara berkala dengan tema yang berbeda. Kali ini temanya adalah Mix and Match Wastra untuk Produk Kekinian.

Wujud nyata Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) serta slogan Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa ini disambut antusias para peserta. Mereka diajak mendalami dunia Wastra Nusantara sebagai warisan budaya Indonesia, seperti tenun, batik, songket, lurik, dan lainnya.

Saat ini, ada tantangan generasi muda yang sering menganggap wastra sebagai sesuatu yang kuno atau hanya dikenakan untuk acara resmi saja. Padahal, ada peluang besar dengan sentuhan mix and match, wastra bisa diubah menjadi produk kekinian, stylish, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Nina Yaroh menegaskan, Wastra Nusantara bukan hanya kain tradisional, melainkan juga peluang bisnís besar. Salah satunya melalui sentuhan mix and match wastra menjadí produk unik, berkearifan lokal, dan kekinian. Selama dua hari, banyak materi teori dan praktik yang didapatkan para peserta dalam proses mix and match wastra. Misalnya, para peserta dibagi menjadi beberapa tim dan ditantang mempresentasikan business plan produk turunan Wastra Nusantara, mulai nama brand, strategi pemasaran, rencana pengembangan, operasional dan produksi, proyeksi keuangan, dampak sosial serta lingkungan, dan lainnya. Produk yang dipresentasikan para peserta juga bervariasi. Ada sarung bantal, taplak meja, tas batik, kerajinan kain, dan lainnya.

"Dengan inovasi, wastra bisa menjadi ikon gaya hidup modern sekaligus melestarikan budaya bangsa. Harapannya dari literasi ini ada peserta yang memiliki usaha baru," jelasnya.

ANIMO TINGGI: Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam (empat dari kiri), foto bersama para peserta.
ANIMO TINGGI: Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam (empat dari kiri), foto bersama para peserta.

Selain materi teori dan praktik mix and match wastra, juga ada praktik berkain dari Patria Wastra. Para peserta diajak praktik mengenakan wastra dalam aktivitas sehari-hari. Banyak yang tertarik untuk praktik langsung dan menghasilkan kreasi memakai kain dengan berbagai motif.

Kemeriahan praktik berkain ini ditutup dengan fashion show oleh para peserta. Panggung Auditorium Sukarno menjadi arena para peserta unjuk kreativitas dalam Literasi Wastra Nusantara.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam menjelaskan, harapannya melalui TPBIS, perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam rangka pengembangan potensi diri.

Selain itu, perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, melainkan menjadi tempat bertukar informasi, cerita, hingga kemampuan, baik hardskill maupun softskill.

Dengan begitu, masyarakat secara langsung dapat merasakan peran penting perpustakaan dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Literasi ini memberikan pelatihan produk turunan Wastra Nusantara sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"Semoga melalui Literasi Wastra Nusantara ini dapat menjadi inspirasi dalam menggali kreativitas dan menjadi tempat yang kreatif untuk menghasilkan karya," jelasnya.

Seperti diketahui, Literasi Wastra Nusantara ini merupakan agenda ke-11 pada 2025 dalam rangkaian literasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Awal tahun, literasi sudah dibuka melalui agenda (1) Literasi Pemasaran Produk Online, (2) Literasi Public Speaking, (3) Literasi Beauty Class, (4) Literasi Barbershop, (5) Literasi Kopi, (6) Literasi Fotografi, (7) Literasi Mustika Rasa, (8) Literasi Penulisan, (9) Literasi Kesehatan, hingga (10) Literasi Seni Budaya. (*/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#literasi #produk #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #wastra nusantara #Kota Blitar