BLITAR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar terus melakukan promosi terhadap Museum Penataran. Salah satunya dengan kegiatan lomba cerdas cermat tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Blitar pada Kamis (16/10/2025). Gelaran ini menjadi tahun ketiga penyelenggaraan lomba tersebut untuk pengenalan dan meningkatkan kunjungan museum.
Lomba cerdas cermat digelar selama dua hari pada Rabu (15/10/2025) dan Kamis (16/10/2025). Adapun tema yang diangkat sebagai materi lomba adalah museum, cagar budaya, dan sejarah Blitar. Ratusan siswa antusias mengikuti jalannya acara sejak Rabu pagi.
Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengatakan, ada 49 sekolah tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Blitar mengikuti lomba cerdas cermat ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dana alokasi khusus (DAK) bidang kebudayaan yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan budaya di kalangan pelajar. “Tujuannya membangun mindset dan karakter anak didik agar mengenal serta mencintai sejarah bangsanya. Melalui cerdas cermat, mereka belajar memahami apa itu museum, hasil karya budaya masa lalu, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” jelasnya, Kamis (16/10/2025).
Eko melanjutkan, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi publik. Dia berharap, melalui lomba seperti ini, pelajar bisa mengenal kembali kejayaan masa lalu Kabupaten Blitar dan tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah peradaban daerah.
Dia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mem-branding museum sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Selain lomba cerdas cermat, rangkaian kegiatan juga mencakup seminar dan edukasi kebudayaan.
“Ada pepatah ‘jangan lupa pada sejarah’. Melalui lomba ini, kami ingin menanamkan pemahaman itu sejak dini. Blitar punya sejarah besar, pernah melahirkan banyak tokoh hebat. Itu perlu dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Kompetisi ini sukses mendapatkan enam besar terbaik dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Juara 1 diraih oleh SMPN 1 Kesamben, juara 2 didapat SMP Islam Anharul Ulum, dan juara 3 diterima MTsN 1 Blitar. Kemudian untuk harapan 1 diraih SMP Al Ashfa, harapan 2 didapat SMP Muallimin Wonodadi, dan harapan 3 diterima SMP IT Sunan Kalijaga.
Eko mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah yang ikut berpartisipasi. Ke depan, dia terus mendorong agar penyelenggaraan kegiatan kebudayaan semakin inovatif. Kolaborasi dengan dinas pendidikan dan pemerintah pusat akan terus diperkuat.
Harapannya, museum benar-benar menjadi pusat pembelajaran dan kebanggaan masyarakat Blitar. “Kami ingin museum ini hidup, dikunjungi, dan menjadi tempat belajar yang menarik. Setiap benda koleksi punya cerita besar di baliknya. Kalau kami bisa menggali maknanya, museum akan jadi sumber inspirasi untuk kemajuan budaya,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah