BLITAR – Dalam proses wawancara beasiswa LPDP, banyak peserta fokus pada jawaban akademik dan kontribusi, namun sering lupa pada satu bagian penting yang justru meninggalkan kesan mendalam: closing statement wawancara LPDP. Padahal, menurut sejumlah penerima beasiswa, bagian ini bisa menjadi “sentuhan akhir” yang memengaruhi kesan pewawancara terhadap peserta.
Dalam video yang diunggah ke YouTube, seorang penerima LPDP membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi sesi akhir wawancara beasiswa bergengsi itu. Ia menyebut, closing statement meski terlihat sepele, justru memiliki nilai psikologis yang kuat dalam menutup interaksi dengan tim pewawancara.
“Closing statement itu bukan cuma basa-basi. Tapi cara kita menunjukkan etika, keikhlasan, dan karakter diri yang tulus,” jelasnya.
Menurutnya, closing statement wawancara LPDP adalah kalimat penutup yang diucapkan peserta setelah seluruh proses tanya jawab selesai. Biasanya, momen ini terjadi saat pewawancara menyatakan sesi sudah berakhir atau meminta peserta mengisi kuesioner.
Pada tahap tersebut, peserta punya kesempatan singkat untuk meninggalkan kesan baik. “Kita boleh menyela sedikit dengan sopan, hanya untuk menyampaikan dua hal penting: ucapan terima kasih dan permohonan maaf,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam closing statement wawancara LPDP, cukup ada dua hal sederhana namun bermakna:
Ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan selama proses seleksi.
Permohonan maaf atas kekurangan dan kesalahan yang mungkin terjadi selama wawancara.
“Contohnya bisa begini: Terima kasih banyak atas kesempatan berharga ini, Bapak/Ibu. Saya mohon maaf jika ada kekurangan selama wawancara berlangsung. Semoga Bapak/Ibu selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan,” ujarnya menirukan.
Kalimat sederhana seperti itu, menurutnya, bisa membuat suasana menjadi lebih hangat dan menenangkan. Ia bahkan mengaku pernah menghadapi pewawancara yang awalnya tampak tegang, namun tersenyum setelah mendengar ucapan penutup yang tulus.
Meski penting, closing statement wawancara LPDP bukan ajang untuk “mengemis kesempatan.” Peserta diminta menjaga nada agar tetap sopan, profesional, dan tidak berlebihan.
“Boleh kok menambahkan harapan agar bisa diterima di beasiswa LPDP, tapi jangan sampai kesannya seperti memohon-mohon,” ujarnya. “Yang penting tulus dan terlihat berterima kasih.”
Ia menambahkan, kesalahan umum peserta adalah lupa mengucapkan closing statement karena sudah kelelahan setelah 45–60 menit sesi wawancara. Banyak peserta baru sadar setelah keluar dari ruang wawancara bahwa mereka lupa mengucapkan kalimat penutup tersebut.
Dalam pengalamannya, salah satu wawancara sempat berlangsung alot karena diskusi penelitian cukup intens. Namun, ketika ia menutup dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf, suasana langsung mencair.
“Wawancaranya jadi adem. Pewawancara malah tersenyum dan mendoakan semoga saya diterima,” kenangnya.
Kisah tersebut kini menjadi pengingat bagi banyak calon penerima beasiswa LPDP agar tidak menyepelekan bagian kecil tapi bermakna ini.
Selain itu, ia menyarankan peserta untuk bergabung dengan komunitas atau grup Telegram persiapan wawancara LPDP. Di sana, banyak peserta berbagi pengalaman dan tips wawancara LPDP yang terbukti membantu.
“Dari grup itu saya tahu banyak yang menyesal karena lupa closing statement. Jadi sebaiknya latihan sejak awal, bahkan ucapkan di depan cermin,” ujarnya.
Latihan di depan cermin atau dengan teman, katanya, bisa membantu peserta lebih percaya diri. Selain itu, penting untuk tetap membaca ulang esai dan profil diri agar closing statement sejalan dengan semangat kontribusi yang tertulis di dokumen.
Bagian akhir wawancara LPDP memang hanya berlangsung beberapa detik, namun dampaknya bisa besar. Dengan menyampaikan closing statement yang tulus, sopan, dan berkesan, peserta bukan hanya menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga kepribadian yang matang—dua hal yang sangat dihargai oleh pewawancara LPDP.
“Jangan lupa berdoa, tetap tenang, dan siapkan diri sebaik mungkin. Kadang hal kecil seperti ucapan terima kasih justru membuka jalan besar,” pesannya menutup video tersebut.
Editor : Anggi Septian A.P.