BLITAR – Pelaksanaan tes kompetensi akademik (TKA) bagi siswa SMA dan SMK di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar berjalan lancar pada hari pertama pelaksanaan, Senin (3/11/2025). Namun, ada beberapa siswa yang harus diperhatikan karena kondisi yang tidak diinginkan.
Misalnya, siswa SMKN 1 Nglegok konsentrasi mengerjakan soal dengan fokus menatap komputer yang ada di depannya. Di sekolah ini hanya satu gelombang saja, sehingga hanya sehari saja pelaksanaanya, yang diikuti 294 siswa kelas XII. Mereka mengerjakan lima mata pelajaran, di antaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan dua mata pelajaran pilihan.
Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Blitar, Yudo Sucitro menyampaikan, secara umum kegiatan berlangsung baik tanpa kendala berarti. Mulai persiapan sampai pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai dengan panduan yang ditetapkan. Maka dari itu, tidak ada kendala berarti.
“Awalnya kami mempersepsikan penyelia dari perguruan tinggi akan turun langsung ke sekolah-sekolah penyelenggara TKA, tapi ternyata dilakukan lewat Zoom. Karena hanya lewat kamera, fungsi kontrolnya jadi kurang maksimal. Ke depan ini bisa jadi bahan evaluasi,” ujarnya saat ditemui di SMKN 1 Nglegok.
Yudo melanjutkan, adanya beberapa siswa yang mendapat perhatian khusus. Salah satunya di SMKN 1 Nglegok, di mana seorang siswa yang baru mengalami kecelakaan harus dijemput dan diantar oleh pihak sekolah agar tetap bisa mengikuti ujian.
Sementara di SMAN 4 Blitar, satu siswa tidak dapat mengikuti TKA karena masih menjalani proses hukum terkait kasus kerusuhan pada Agustus lalu. Nantinya, dia mendapatkan jadwal ujian susulan yang direncanakan berlangsung pada 11–18 November mendatang.
Lebih lanjut, Yudo menegaskan, TKA bukan merupakan penentu kelulusan siswa. Tes ini berfungsi untuk pemetaan mutu pendidikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
“Nilai TKA akan menjadi alat validasi terhadap nilai rapor siswa. Misalnya nilai rapor matematika tinggi, tapi hasil TKA rendah, itu bisa menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi nasional ke jenjang perguruan tinggi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Nglegok, Rofiq Ghozali memastikan, pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung aman dan tertib. Seluruh peserta hadir, termasuk satu siswa yang harus dikondisikan karena cedera akibat kecelakaan. “Alhamdulillah, monitoring berjalan aman. Semua peserta hadir. Satu siswa yang kecelakaan tetap bisa mengikuti ujian di sekolah dengan pengaturan khusus,” katanya.
Rofiq juga menyebut, sempat terjadi kendala kecil pada sambungan Zoom di hari uji coba, namun segera diatasi. Namun, untuk saat ini semua jaringan aman, tidak ada kendala berarti.
Meski belum dilakukan evaluasi penuh terhadap soal-soal TKA, Rofiq mengungkap, ada satu siswa yang memilih mata pelajaran Bahasa Korea, padahal sekolah tidak memiliki program tersebut. “Mungkin anak itu punya kursus di luar sekolah, jadi memilih Bahasa Korea. Kalau Bahasa Jepang, kami punya dan diajarkan di sekolah,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah