Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Deretan Wisudawan Terbaik Unisba Blitar Tahun 2025: Nilai Itu Bonus, Cerdas Membaca Pasar

Noormalady Usman • Sabtu, 22 November 2025 | 15:00 WIB

 

CERDAS: Sejumlah mahasiswa UNISBA Blitar usai menjalani Yudisium beberapa waktu lalu.
CERDAS: Sejumlah mahasiswa UNISBA Blitar usai menjalani Yudisium beberapa waktu lalu.

BLITAR KAWENTAR - Ziyadatu Sinta, akrab disapa Ziya, tak pernah membayangkan bahwa kedekatannya dengan organisasi sejak SMA akan membawanya menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Balitar (Unisba). Mahasiswi kelahiran 2002 itu mengakui bahwa dunia organisasi sudah melekat dalam dirinya sejak dulu. Di bangku SMA, dia aktif di Pramuka dan Jurnalistik, bahkan dipercaya memimpin keduanya. Sebagai seorang perempuan hal tersebut memiliki makna yang cukup dalam.

“Dunia kadang meminta perempuan bekerja dua kali lebih keras untuk sekadar dipercaya. Saya tidak keberatan. Saya menjawabnya dengan tiga pion yaitu konsistensi yang membangun kepercayaan, keberanian dalam melangkah, dan ketenangan saat memutuskan.” ungkapnya.

Lulusan manajemen itu bahkan sempat merintis usaha kuliner sebelum kemudian mengembangkan brand pakaian Donatnona Fashion @donatnonaholic, yang sempat menghasilkan profit. Namun, bisnis itu ia kesampingkan sementara demi fokus pada perkuliahan dan organisasi.

“Program itu bisa disusun rapi, tapi yang sulit justru mengatur ritme, ego, dan kapasitas orang-orang di dalam organisasi. Pada akhirnya saya belajar bahwa leader tidak selaku harus memenangkan argumentasi, yang perlu dimenangkan adalah kepercayaan” ujarnya.

Di luar kepemimpinan, Ziya juga aktif mengasah kemampuan akademik dan literasi. Lulus dengan IPK 3,89 baginya sudah lebih dari cukup dengan manajemen waktu yang cukup padat. Ia kerap menulis artikel, terlibat dalam berbagai proyek penulisan kelas  dan beberapa kali menjadi narasumber untuk topik ekonomi UMKM maupun leadership.

Bagi adik-adik tingkat, Ziya selalu menekankan satu hal berproses tidak bisa instan. “Definisi step-by-step mengajarkan untuk menghargai setiap proses meskipun hanya selangkah. Karena saya percaya, pemimpin bukan didefinisikan oleh seberapa cepat ia sampai, tetapi oleh bagaimana ia berjalan,” pesannya.

Sementara Leny Mastora, mahasiswi Administrasi Negara Fakultas FISIP Universitas Islam Balitar, berhasil mempertahankan IPK 3,93 di tengah aktivitas kampus yang padat. Masuk kuliah pada 2021 saat pandemi, Leny harus beradaptasi dengan perkuliahan daring sekaligus mengejar ketertinggalan saat peralihan ke sistem luring. Situasi itu justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan mandiri dalam belajar.

Perjalanan akademiknya tidak berhenti di ruang kelas. Leny aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri, salah satunya pertukaran mahasiswa di Jambi pada 2022.

Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang dinamika kampus lain, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk terlibat dalam kegiatan yang menuntut kemampuan komunikasi dan adaptasi cepat.

Pada 2024, Leny kembali menantang dirinya melalui Program Magang Renjani di Kantor Pajak Pratama (KPP) Blitar. Selama mengikuti magang, ia belajar memahami dunia kerja yang serba terukur dan dituntut tepat waktu.

Baca Juga: Rapelan Tukin Dosen 2020–2024 Akhirnya Terbongkar, Tiap Dosen Bisa Kantongi Segini dan Angkanya Bikin Syok

Selain magang, Leny juga aktif menjadi volunter di UPT Humas & Medsos Unisba Blitar sejak 2023 hingga 2025,

Bagi Leny, semua perjalanan ini adalah bekal penting sebelum memasuki dunia profesional. Dia selalu berpegang pada prinsip bahwa nilai akademik memang penting, tetapi pengalaman dan relasi jauh lebih menentukan arah masa depan. “Selagi masih diberi sehat dan semangat, saya ingin belajar dan mencari pengalaman sebanyak mungkin. Nilai itu bonus, pengalaman itu yang membentuk,” ujarnya

Sedangkan, Arif Ridwanto, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berusia (Fisipol) 24 tahun asal Purwakarta, kini tengah fokus mengembangkan usaha kuliner miliknya. Meski masih menempuh pendidikan, ia memilih mencurahkan waktu untuk mematangkan konsep bisnis yang sedang  dibangun.

Dia menekuni usaha makanan tacos sejak November 2023. Mengambil konsep makanan fresh, Arif mencoba mengenalkan varian kuliner baru yang belum begitu umum di Kota Blitar.

Tantangan terbesarnya adalah menjaga kualitas dan cita rasa. Arif harus memastikan bahan selalu segar, proses pengolahan konsisten, serta pelayanan tetap prima. Dari pengalaman itu, dia belajar bahwa komitmen pada kualitas dan keterampilan membaca pasar menjadi kunci dalam membangun usaha kuliner.

Untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia bisnis, Arif menekankan pentingnya riset pasar, menjaga kualitas, mencoba berbagai inovasi menu, serta memahami strategi branding dan media sosial.

“Kalau mau mulai usaha, pastikan tau siapa targetmu dan apa kebutuhan mereka. Mulai kecil dulu, tapi kualitas jangan pernah ditawar,” ujarnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#nilai IPK #Wisuda Unisba Blitar #IPK Terbaik #mahasiswa #universitas islam balitar #unisba blitar #wisudawan terbaik