BLITAR KAWENTAR – Akademi Komunitas Negeri (AKN) Putra Sang Fajar Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan karakter mahasiswa melalui penyelenggaraan Bincang Budaya dan Expo Proyek Mata Kuliah Umum (MKU) bertema “Merajut Kearifan Lokal Desa Jaranan melalui Penguatan Karakter Mahasiswa, Kolaborasi Nilai, Bahasa, dan Budaya.”
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi bagi mahasiswa untuk mengenali lebih dekat seni, bahasa, dan nilai-nilai budaya Jawa, khususnya kesenian Jaranan, yang telah mengakar kuat di masyarakat Blitar. Dua narasumber dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta, yaitu Iwan Purwanto, S.Sos, Lurah Kota Blitar, serta Dimaz Anggoro Putro, S.Sn, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar. Keduanya membahas perkembangan, makna, serta keberlanjutan budaya Jaranan sebagai identitas budaya lokal.
Wakil Direktur AKN Putra Sang Fajar, Anang Widigdyo, S.Pt., M.Pt., menjelaskan bahwa pemilihan tema Jaranan bukan tanpa alasan. Jaranan merupakan salah satu seni budaya yang paling banyak tumbuh dan berkembang di wilayah Blitar, sehingga penting dikenalkan kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami budaya dari sudut teori, tetapi juga merasakan langsung nilai, karakter, dan filosofi yang ada di dalamnya. Ini penting sebagai bekal mereka dalam berinteraksi di masyarakat,” ungkapnya.
Selain bincang budaya, acara ini juga dirangkai dengan peresmian Unit Pelayanan Disabilitas di lingkungan kampus. Unit ini hadir untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif di AKN Putra Sang Fajar Blitar. Anang Widigdyo menuturkan bahwa fasilitas tersebut disiapkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih lancar bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang layak, ramah, dan setara,” tegasnya.
Program Bincang Budaya dan Expo Proyek Mata Kuliah Umum tahun 2025 ini turut mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dukungan tersebut menjadi wujud penguatan implementasi mata kuliah wajib berbasis proyek yang diterapkan di AKN Putra Sang Fajar Blitar.
Dengan terlaksananya dua agenda penting ini, AKN Putra Sang Fajar Blitar berharap dapat terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif sekaligus menjaga kedekatan mahasiswa dengan budaya daerah.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan peduli terhadap kearifan lokal.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah