BLITAR - Departemen Desain Produk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tengah melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Tematik di kawasan Konservasi Penyu Segara Lestari, Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo. Program yang berlangsung sejak Juli hingga Desember, akan membuahkan merchandise yang berisi pesan pelestarian konservasi penyu.
Kegiatan ini dipimpin dosen Desain Produk ITS, Gunanda Tiara Maharany SDs MDs bersama tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS. Mereka telah melakukan kegiatan lapangan utama pada 19 September 2025.
“Kami melakukan observasi lingkungan, memetakan kebutuhan komunitas konservasi, serta mengidentifikasi kapasitas volunteer dalam mengelola edukasi dan wisata berbasis pelestarian alam,” ujar Nanda, sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, observasi itu merupakan tindak lanjut dari asesmen terkait permasalahan kawasan, penguatan kapasitas pengurus, dan potensi pengembangan program berbasis lingkungan. Tentu kegiatan itu, juga untuk menjawab hal yang dibutuhkan dalam kawasan Konservasi Penyu Segara Lestari ini.
Nanda menjelaskan, tujuan utama program ini tidak hanya berkutat pada aspek teknis konservasi. Menurutnya, edukasi publik menjadi kunci agar upaya pelestarian dapat berkelanjutan. Menurutnya, konservasi penyu bukan hanya soal menetas dan melepas tukik. Namun tentang membangun kesadaran publik, melalui edukasi visual yang mudah dipahami.
“Maka dari itu, kami menganggap desain merchandise menjadi media penting untuk menyampaikan pesan pelestarian, menumbuhkan keterikatan emosional, memperkuat identitas komunitas, mendukung ekonomi berkelanjutan, serta menghidupkan narasi konservasi,” ungkapnya.
Dosen perempuan ini menyebut, tim Pengabdian Masyarakat ITS tengah mengembangkan desain merchandise apparel bertema konservasi penyu. Produk yang dirancang antara lain tas konvertibel, obi belt, sandal pantai, hingga sejumlah aksesori pendukung. Bahkan seluruh desain disusun dengan prinsip keberlanjutan, termasuk penggunaan material ramah lingkungan.
Proses riset, desain, dan produksi dilakukan melalui Integrated Digital Design Laboratory (IDIG) dan Strategic Design & Management Laboratory (SDM) Departemen Desain Produk ITS. “Produk-produk tersebut dirancang sederhana dan mudah direproduksi, sehingga kelak dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat sekitar, volunteer, maupun pengelola kawasan,” tutur Nanda.
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari pengurus Konservasi Penyu Segara Lestari. Salah satu pengelola menyebut, kedatangan tim ITS membawa perspektif baru dalam upaya menarik minat generasi muda. Selain bermanfaat bagi kawasan konservasi, program Pengabdian Masyarakat Tematik ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa ITS.
Mereka terlibat langsung dalam praktik desain berbasis konteks sosial dan ekologis, sekaligus mengembangkan produk yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki keberlanjutan fungsi dan dampak jangka panjang bagi komunitas lokal.
“Kami berharap, merchandise ini tidak hanya menjadi media edukasi visual, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi bagi warga,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah