Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar Gelar Literasi Hidroponik, Terapkan Metode Akuaponik, Gabungkan Budi Daya Ikan dan Tanaman

Yanu Aribowo • Sabtu, 29 November 2025 | 14:00 WIB
PRAKTIK LANGSUNG: Peserta Literasi Hidroponik mempraktikkan langsung cara menanam dalam metode akuaponik pada Jumat (28/11/2025).
PRAKTIK LANGSUNG: Peserta Literasi Hidroponik mempraktikkan langsung cara menanam dalam metode akuaponik pada Jumat (28/11/2025).

 

BLITAR KAWENTAR – Agenda Literasi Hidroponik menjadi penutup rangkaian wujud nyata Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) serta slogan Perpustakaan Hadir demi Martabat Bangsa, di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar pada 2025.

Tumpal Gultom, owner Kebun Mahobi, menjadi pemateri dalam pelatihan bertema Akuaponik Budi Daya Ikan dan Tanaman yang berlangsung pada Kamis (27/11) hingga Jumat (28/11).

Sebanyak 100 peserta dari Blitar Raya dan sekitarnya diajak mendalami teori dan praktik seputar budi daya ikan sekaligus bercocok tanam metode akuaponik.

Di Auditorium Sukarno lantai tiga, para peserta diajak mengenal perbedaan hidroponik dengan akuaponik, termasuk konsep dasar akuaponik yang mengadopsi ekosistem sungai, mulai keberadaan tanaman pinggir sungai yang rimbun, mahkluk hidup aneka ikan, media tanam dan bebatuan sungai, hingga mikroorganisme.

Selain itu, dalam konsep akuaponik, ada beberapa karakter ikan yang bisa dibudidayakan, di antaranya ikan hias atau ikan konsumsi, jenis ikan yang cocok di iklim hangat, ikan yang rakus, ikan yang kuat dan memiliki daya adaptasi tinggi sehingga tidak mudah mati, hingga ikan yang memiliki range toleran suhu lebar. Untuk jenis ikannya, ada nila, lele, gurami, patin, mas, hingga bawal.

KOMPAK: Nurny Syam (tiga dari kanan) bersama tim pemateri dan perwakilan perpustakaan.
KOMPAK: Nurny Syam (tiga dari kanan) bersama tim pemateri dan perwakilan perpustakaan.

“Untuk ikan patin biasanya dipanen dalam waktu 5-7 bulan atau lebih," ungkap Tumpal Gultom dalam paparannya.

Selama dua hari, para peserta juga diajak dalam sesi praktik, mulai persiapan sistem akuaponik, tebar ikan, persiapan tanaman, perawatan, hingga panen dan pascapanen. Untuk praktik, peserta bergeser ke amfiteater dan balkon lantai dua.

Mereka antusias mempraktikkan materi teori yang sebelumnya didapatkan di Auditorium Sukarno, mulai tahap pemilihan lokasi budi daya hingga tahap panen tanaman.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam mengungkapkan, melalui Literasi Hidroponik ini para peserta mampu mengembangkan metode akuaponik di rumah masing-masing maupun berwirausaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Sehingga salah satu pilar Trisakti Bung Karno, yaitu kemandirian dalam bidang ekonomi dapat terwujud, khususnya untuk masyarakat Blitar Raya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Literasi Hidroponik merupakan rangkaian literasi yang digelar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno secara berkala dengan tema yang berbeda dan sudah memasuki agenda ke-15 pada 2025.

Awal tahun, literasi sudah dibuka melalui agenda (1) Literasi Pemasaran Produk Online, (2) Literasi Public Speaking, (3) Literasi Beauty Class, (4) Literasi Barbershop, (5) Literasi Kopi, (6) Literasi Fotografi, (7) Literasi Mustika Rasa, (8) Literasi Penulisan, (9) Literasi Kesehatan, (10) Literasi Seni Budaya, (11) Literasi Wastra Nusantara, (12) Literasi Fashion Design, (13) Literasi Hasta Karya, hingga (14) Literasi Daur Ulang (*/c1/ynu)

 

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#literasi #akuaponik #hidroponik #blitar #tanaman #budi daya #ikan #UPT perpustakaan Proklamator bung karno