Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Guru Muda Blitar Ini Getol Kampanyekan Budaya Antikorupsi ke Sekolah-sekolah, Ini Misinya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 6 Desember 2025 | 17:05 WIB
LAWAN KORUPSI: Octa Nurlaela Zulfa kini memiliki tugas baru mengkampanyekan budaya antikorupsi kepada generasi muda di Blitar.
LAWAN KORUPSI: Octa Nurlaela Zulfa kini memiliki tugas baru mengkampanyekan budaya antikorupsi kepada generasi muda di Blitar.

BLITAR KAWENTAR - Pemerintah kini membuat gebrakan dengan menunjuk anak muda untuk mengkampanyekan nilai integritas, terutama antikorupsi. Di Kabupaten Blitar ada Octa Nurlaela Zulfa, warga Desa Jabung, Kecamatan Talun, yang ditunjuk untuk menggelorakan semangat antikorupsi serta berbagi ilmu.

Perempuan 21 tahun ini memang menjadi guru, namun di balik itu juga aktif dalam beberapa organisasi. Dengan mengikuti Blitar Youth Forum, langkah itu membuatnya untuk terjun dalam kampanye integritas.

“Patriot Integritas Muda itu wadah dari Inspektorat Jawa Timur untuk mengajak anak muda ikut kampanye lawan korupsi. Bahkan ke depan saya memiliki program untuk kampanye 9 nilai integritas ke sekolah-sekolah,” tutur Octa.

Perjalanan Octa bergabung sebagai patriot integritas ini tidak instan. Dia bercerita, sebelum dikirim ke Malang untuk Pencanangan Patriot Integritas Muda, para peserta harus melalui seleksi dan pembekalan 10 materi antikorupsi melalui e-learning yang difasilitasi oleh Inspektorat Kabupaten Blitar. Dia belajar materi tentang integritas dan antikorupsi.

Octa mengaku bergabung bukan hanya karena dorongan organisasi, tetapi juga ingin menambah pengalaman dan relasi. Tawaran awal datang dari dinas kepemudaan dan olahraga (dispora) untuk menjadi perwakilan dalam ajang itu.

Dia sempat bimbang, mengingat pekerjaan utamanya sebagai guru SD. Namun, keinginan untuk belajar hal baru membuatnya melangkah.

“Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa korupsi bukan semata urusan pejabat dan uang negara. Kadang kita sendiri tanpa sadar melanggar nilai integritas. Dari hal kecil, seperti tidak jujur, mengambil hak orang lain, hingga ucapan di hate speech pada dunia digital,” ungkapnya.

Menurutnya, dunia digital menjadi alasan penting mengapa kampanye antikorupsi harus masuk ke sekolah. Apalagi saat ini sosial media sangat luas jangkauannya, tanpa referensi bisa merugikan diri sendiri. Maka dari itu, nilai integritas itu penting untuk ditanamkan pada anak-anak.

Ke depan, Octa sedang menyiapkan program kampanye sembilan nilai integritas di sekolah-sekolah Blitar. Program ini masih menunggu koordinasi lanjutan dengan inspektorat. Octa ingin agar pelajar memahami bahwa integritas harus ditanam sejak dini, bukan hanya dipelajari ketika sudah bekerja.

“Tujuannya menanamkan nilai integritas dulu. Supaya mereka berpendapat boleh, tapi tahu batas dan cara yang benar. Saya sudah melakukan kampanye pertama, yang dilakukan acara car free day di Kantor Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu,”

 Octa dan teman-temannya membagikan stiker antikorupsi dan memperkenalkan sembilan nilai integritas kepada masyarakat.

Dia menyadari dalam program Patriot Integritas Muda ini masih sangat baru di daerah dan juga Jawa Timur pun baru menjalankan tahun pertama. Namun baginya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.

“Melawan korupsi itu mulai dari diri sendiri dulu dan mulai berbagi ilmu kepada orang lain,” ujarnya.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Budaya Antikorupsi #blitar #inspektorat #Octa Nurlaela Zulfa #Patriot Integritas Muda #guru muda #kampanye #lawan korupsi