Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Panen Kreasi dan Pasar Ceria TK Negeri Pembina Srengat Blitar, Tanamkan Hidup Sehat Sejak Dini

M. Subchan Abdullah • Selasa, 16 Desember 2025 | 03:38 WIB
KREATIF: Kepala TK Negeri Pembina Srengat, Yoerin Ernawati dan wali murid menunjukkan kreasi anak-anak.
KREATIF: Kepala TK Negeri Pembina Srengat, Yoerin Ernawati dan wali murid menunjukkan kreasi anak-anak.

BLITAR KAWENTAR – TK Negeri Pembina Srengat menggelar kegiatan Panen Kreasi dan Pasar Ceria pada Senin (15/12) sebagai puncak pembelajaran semester I sekaligus akhir kegiatan kokurikuler.

Kegiatan yang mengusung tema “Sejuta Manfaat TOGA dan Sayur Menuju Hidup Sehat” ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Srengat, Bambang Dwi Cahyono, M.Pd.

Kegiatan tersebut menampilkan panen karya anak, bazar Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta sayuran organik hasil budidaya peserta didik.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal proses belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kepala TK Negeri Pembina Srengat, Yoerin Ernawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Panen Kreasi dan Pasar Ceria dirancang sebagai pembelajaran bermakna untuk menanamkan 8 Dimensi Profil Lulusan PAUD, sekaligus mengembangkan tiga capaian pembelajaran utama, yakni nilai agama, moral dan budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi STEAM.

“Melalui topik TOGA dan sayuran organik, kami ingin pembelajaran tidak hanya berhenti di kelas, tetapi menjadi pengalaman nyata bagi anak. Anak merasa bangga dengan hasil karyanya, dan orang tua dapat melihat langsung proses serta hasil belajar anak, lalu menindaklanjutinya di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, keterkaitan antara panen karya anak dan bazar TOGA serta sayuran organik sangat erat dengan proses pembelajaran di TK.

Panen karya menjadi wujud nyata capaian pembelajaran di berbagai aspek, mulai dari seni, motorik halus, hingga kognitif.

Sementara bazar TOGA dan sayuran organik merupakan implementasi langsung dari materi pembelajaran tentang alam, tanaman, dan kesehatan.

“Anak-anak terlibat sejak awal, mulai dari menanam, merawat, hingga berinteraksi di Pasar Ceria. Ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis proyek yang menghubungkan konsep di kelas dengan praktik di dunia nyata,” tambahnya.

Tema “Sejuta Manfaat TOGA dan Sayur Menuju Hidup Sehat” dipilih untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini.

Anak-anak dikenalkan bahwa berbagai tanaman di sekitar mereka, seperti jahe, kunyit, dan aneka sayuran, memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, TK Negeri Pembina Srengat juga menanamkan nilai-nilai karakter, antara lain cinta lingkungan, tanggung jawab, kolaborasi, kemandirian, kewirausahaan sederhana, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kegiatan Panen Kreasi dan Pasar Ceria ini tak luput dari kolaborasi yang utuh antara wali murid, guru-guru yang berkompeten, serta anak-anak yang hebat.

Sinergi tersebut tampak dari keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung pembelajaran, kreativitas guru dalam merancang kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, serta antusiasme anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.

Antusiasme peserta didik dan orang tua tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Anak-anak dengan penuh percaya diri memperkenalkan karya serta produk TOGA dan sayuran yang mereka bawa, bahkan mampu menjelaskan manfaatnya.

Sementara itu, orang tua turut aktif mendukung, mulai dari persiapan stan bazar hingga pendampingan anak selama kegiatan.

Salah satu wali murid, Dewi Ochtafiya, mengapresiasi kegiatan Panen Kreasi dan Pasar Ceria yang dinilainya sangat positif dan layak untuk terus dilaksanakan.

“Kegiatan ini berdampak nyata pada kebiasaan anak di rumah. Anak-anak jadi suka minum jamu dan makan sayur. Orang tua juga dilibatkan langsung, seperti menanam TOGA, membuat olahan sayur, serta jamu untuk dijual di bazar,” tuturnya.

Ia berharap pembelajaran berbasis praktik seperti ini terus dikembangkan agar anak-anak mampu menerapkannya secara mandiri di rumah, misalnya membuat wedang jahe, kunyit, atau bunga telang yang sebelumnya telah diajarkan di sekolah.

Ke depan, TK Negeri Pembina Srengat berharap kegiatan Panen Kreasi dan Pasar Ceria tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan serta mampu menginspirasi satuan PAUD lainnya, dengan tetap berfokus pada penguatan karakter dan kesehatan anak sejak usia dini.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pasar #pembelajaran #anak #wali murid #Kreasi #panen #TK Negeri Pembina Srengat #ceria