BLITAR - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar terus memetakan kebutuhan tenaga pendidik menyusul puluhan guru yang memasuki masa pensiun tahun ini. Meski demikian, kondisi kekurangan guru itu paling terasa untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), khususnya untuk guru mata pelajaran (mapel).
Sementara untuk jenjang taman kanak-kanak (TK) tidak ada persoalan, dan sekolah dasar (SD) hanya kekurangan dua guru mapel olahraga.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dispendik Kota Blitar, M. Arifin menyebutkan, ada 52 guru yang tercatat pensiun pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari jenjang SD dan SMP. “Dari jumlah yang pension tersebut memang kebanyakan dari guru SD dan dari SMP,” ungkapnya kepada Koran ini Rabu (17/12/2025).
Arifin menjelaskan, untuk jenjang TK dan SD, khususnya guru kelas, kondisinya masih relatif aman. Proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan optimal tanpa kendala kekurangan tenaga pendidik. “Untuk guru kelas di TK dan SD saat ini masih mencukupi. Tidak ada kekurangan yang signifikan,” tegasnya.
Namun, ujar Arifin, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan di SMP yang paling berdampak dari banyaknya guru yang pensiun tersebut. Arifin mengaku beberapa mapel mengalami kendala yang disebabkan kurangnya tenaga pendidik.
"Ada di beberapa mata pelajaran ya (kekurangan guru, Red), di antaranya pada mapel Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Seni Budaya," bebernya.
Selain di tingkat SMP, Dispendik Kota Blitar juga mencatat kekurangan guru olahraga di jenjang SD. Saat ini, masih dibutuhkan dua orang guru olahraga untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran. “Sebenarnya masih kekurangan guru olahraga di SD juga. Ini juga menjadi perhatian kami,” tambahnya.
Untuk solusi kekurangan tersebut, pihak dinas langsung gerak cepat dengan mendistribusikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang baru diangkat beberapa waktu lalu. “Untuk sementara langsung kita isi dengan tenaga PPPK,” terangnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah