Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tahun Ketiga Pameran Seni Lukis Gradasi di Kota Blitar: Jadi Ruang Apresiasi Karya Anak Disabilitas

M. Subchan Abdullah • Jumat, 26 Desember 2025 | 04:15 WIB
RUANG KREATIF: Sejumlah karya lukisan dipajang dalam pameran lukis bertajuk Gradasi.
RUANG KREATIF: Sejumlah karya lukisan dipajang dalam pameran lukis bertajuk Gradasi.

BLITAR KAWENTAR - Pameran seni lukis bertajuk Gradasi kembali digelar oleh Patria Seni Rupa (Paser) Indonesia. Ajang seni rupa yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini menjadi ruang apresiasi sekaligus aktualisasi bagi para seniman, khususnya generasi muda dan anak-anak disabilitas di Bumi Bung Karno.

Ketua Panitia Gradasi, Rizat Arifin mengatakan, pameran Gradasi #3 digelar pada 18–22 Desember di Aula Museum PETA, kawasan belakang Monumen PETA. Pada pameran tahun ini, panitia menampilkan 28 karya lukisan dari berbagai seniman lokal Blitar.

“Pameran Gradasi tahun ini adalah yang ketiga kalinya kami gelar. Tahun lalu sempat vakum, dan sekarang kembali kami hadirkan meski dengan jumlah karya yang lebih sedikit,” ujar Rizat. 

Dia menjelaskan, jumlah karya yang dipamerkan memang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada Gradasi pertama, panitia mampu menampilkan lebih dari 200 karya dari seniman berbagai daerah.

Kemudian pada Gradasi kedua, jumlah karya menurun menjadi sekitar 70 karya. Sementara pada Gradasi ketiga tahun ini, hanya 28 karya yang dipamerkan.

Menurut Rizat, penurunan jumlah karya tersebut bukan karena minimnya minat berkarya, melainkan karena panitia sengaja membatasi jumlah peserta dari luar daerah. Dia ingin lebih fokus menampilkan dan memperkenalkan karya seniman lokal Blitar agar bisa bersaing dan dikenal lebih luas.

“Kami ingin memberi ruang lebih besar bagi seniman Blitar, terutama generasi muda. Karena itu peserta dari luar daerah kami batasi,” jelasnya.

Dia menyebutkan, mayoritas karya yang dipamerkan pada Gradasi #3 berasal dari anak-anak usia 5 hingga 14 tahun.

Menariknya, sejumlah karya juga merupakan hasil kreativitas anak-anak disabilitas yang turut mendapat ruang khusus dalam pameran ini.

Panitia, kata Rizat, memang sengaja memberikan panggung bagi anak-anak, termasuk dari kalangan disabilitas, agar seni rupa tetap hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Baca Juga: Ketentuan Pilkades Serentak di Blitar ketika Kursi Kades Kosong karena Masih Proses Hukum, Ini Penjelasan DPMD

Melalui pameran ini, anak-anak diharapkan memiliki ruang berekspresi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni sejak dini.

“Lewat anak-anak inilah seni rupa bisa tetap lestari sampai masa depan. Mereka perlu ruang untuk mengekspresikan diri,” tegasnya.

Selain menjadi ajang apresiasi seni, pameran Gradasi juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi para seniman.

Karya-karya yang dipamerkan dapat dibeli langsung oleh pengunjung, baik pencinta seni lukis maupun kolektor.

“Pameran ini menjadi ruang aktualisasi dan pertemuan antara seniman dan masyarakat. Kalau ada yang tertarik, karya bisa langsung dibeli, sehingga ekonomi seniman juga ikut bergerak,” pungkas Rizat.(sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bumi bung karno #aula #pameran lukis #monumen PETA #karya #seni #Gradasi #Kota Blitar