Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

‎Dispusip Kabupaten Blitar Mulai Bangun Jaringan Perpustakaan Binaan, Dimana Saja Lokasinya?

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:10 WIB

‎RAMAI: Salah satu perpustakaan desa saat menerima kunjungan sejumlah siswa.
‎RAMAI: Salah satu perpustakaan desa saat menerima kunjungan sejumlah siswa.


BLITAR KAWENTAR – Pengembangan jaringan perpustakaan binaan yang tersebar di berbagai wilayah menjadi bagian upaya memperkuat peran literasi masyarakat.

Jaringan ini mencakup perpustakaan desa, taman baca masyarakat (TBM), serta pojok baca di sejumlah fasilitas publik yang dibina secara berkelanjutan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar.

Kepala Dispusip Kabupaten Blitar, Jumali mengatakan, keberadaan perpustakaan binaan menjadi ujung tombak dalam mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Menurutnya tidak semua warga memiliki akses mudah ke perpustakaan daerah sehingga jaringan binaan menjadi solusi pemerataan layanan.

‎“Jaringan perpustakaan binaan ini kami dorong agar menjadi pusat literasi di lingkungan masing-masing, baik di desa, sekolah, maupun ruang publik. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa mengakses bahan bacaan dan kegiatan literasi tanpa harus datang ke perpustakaan kabupaten,” ujarnya.

Adapun jumlah perpustakaan yang menjadi binaan dari dispusip adalah 730 perpustakaan.

Rinciannya, 87 perpustakaan desa atau kelurahan, 505 perpustakaan SD, 108 perpustakaan SMP, dan 30 TBM atau rumah baca.

Dispusip secara rutin melakukan pendampingan terhadap perpustakaan binaan, meliputi pembinaan pengelola, penambahan koleksi buku, peningkatan tata kelola perpustakaan, hingga penguatan program kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Saat ini jaringan perpustakaan binaan telah tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Perpustakaan desa dan TBM menjadi mitra strategis dalam menumbuhkan budaya membaca, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Selain itu, keberadaan pojok baca juga mulai dikembangkan di ruang pelayanan publik agar literasi semakin dekat dengan aktivitas harian masyarakat.

Baca Juga: PHK Guru PPPK Terjadi di Daerah, Kontrak Tak Diperpanjang Meski Mengabdi 20 Tahun, Ini Fakta Aturan Honorer dan ASN 2026

‎“Perpustakaan binaan ini bukan hanya tempat meminjam buku, tapi juga ruang belajar bersama. Kami dorong agar ada kegiatan pendukung seperti diskusi, dongeng anak, hingga kelas literasi sederhana,” jelasnya.

Dia menambahkan, penguatan jaringan perpustakaan binaan juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Kabupaten Blitar.

Dispusip menilai peningkatan kualitas literasi tidak bisa hanya mengandalkan satu perpustakaan induk, tetapi harus dibangun melalui jejaring yang kuat dan aktif.

Ke depan, dispusip berkomitmen terus memperluas dan memperkuat jaringan perpustakaan binaan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas layanan.

“Harapannya, literasi benar-benar tumbuh dari desa dan lingkungan terdekat masyarakat. Perpustakaan harus hadir sebagai ruang yang hidup dan bermanfaat,” pungkas Jumali. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#literasi masyarakat #Binaan #Kabupaten Blitar #perpustakaan #Dispusip #dinas perpustakaan dan kearsipan