BLITAR KAWENTAR - Bulan suci Ramadan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Pondok Pesantren Nurul Ulum di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, untuk meningkatkan kualitas ibadah para santri.
Berbeda dengan hari biasa, selama Ramadan, kegiatan justru bertambah padat dengan nuansa yang lebih kolosal.
Hal itu disampaikan Asroful Akhyar, Wakil Kepala Humas Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum. Aktivitas santri dimulai sejak dini hari dengan tahajud dan sahur, dilanjutkan salat subuh dan ngaji Alquran mandiri.
"Setelah subuh, ngaji mandiri, kemudian masuk kelas hingga pukul 11.00," ujarnya.
Pukul 13.30, kegiatan dilanjutkan dengan ngaji Alquran yang fokus pada tahsin dan tajwid.
Menjelang Asar, santri kembali mengaji kitab hingga waktu berbuka. Yang istimewa, selama Ramadan, kajian kitab digelar dua kali sehari yaitu sebelum buka dan setelah Tarawih.
"Ada Al Minahus Saniyah dan Birrul Walidain untuk jenjang tsanawiyah, sedangkan aliyah mengkaji Fathul Qorib," jelas Asroful.
Meski puasa, semangat santri tak luntur. Justru di jam-jam lemas, mereka main sepak bola, tapi puasanya tetap full.
Puncaknya, bakda Tarawih, santri kelas 11 bergilir kultum dengan tema pilihan masing-masing. Pondok libur hanya tiap Ahad dan akan memasuki libur akhir Ramadan.
"Anak-anak paham bulan ini istimewa, jadi banyak yang mengisi dengan baca Alquran," pungkasnya. (mg3/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.