Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Semangat Para Lansia untuk Cegah Pikun di Pondok Ramadan Lansia Talun Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:20 WIB

  SANGAT BERMANFAAT: Salah satu kegiatan mengisi Pondok Ramadan Lansia di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.
SANGAT BERMANFAAT: Salah satu kegiatan mengisi Pondok Ramadan Lansia di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.

BLITAR KAWENTAR – Puluhan janda lansia mengikuti program Pondok Ramadan Lansia di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun. Kegiatan tersebut digelar untuk menghimpun para lansia agar tetap aktif dan ceria.

Selain itu juga sebagai upaya agar tidak mudah pikun dan meningkatkan kebersamaan.

Pengelola Pondok Ramadan Lansia, Siti Banun mengatakan, program yang juga disebut Pondok Janda Lansia itu bertujuan menjaga kesehatan mental para peserta.

Menurutnya, jika hanya berdiam di rumah, para lansia cenderung kurang berinteraksi. Meski tinggal bersama anak atau cucu, komunikasi sering kali terbatas.

“Kami menghimpun janda-janda yang sudah lansia supaya tidak gampang pikun. Di sini mereka punya teman, hatinya senang, tenang, bisa tertawa dan tersenyum. Apalagi bisa sekalian mengaji saat Ramadan," ujarnya.

Banun melanjutkan, program tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak 2009.

Awalnya dilaksanakan secara sederhana di rumah warga, lalu berlanjut hingga kini.

Meski jumlah peserta sempat sedikit, kegiatan tetap konsisten digelar berkat dukungan masyarakat, perangkat desa, dan kader lansia.

Tahun ini, total peserta mencapai 43 orang. Sebanyak 38 orang menginap di lokasi, sementara sebagian lainnya pulang pergi karena alasan keluarga.

Adapun aktivitas harian dimulai sejak pukul 06.00 dengan senam pagi. Setelah itu, peserta melakukan kegiatan ringan seperti bersih-bersih, mencuci, hingga persiapan ibadah.

Usai salat Duha, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji. Materi yang dipelajari antara lain Tahlil Ghofilin dan kitab bab puasa (Babul Siyam).

Baca Juga: Final Liga Champions, Rivalitas Abadi Real Madrid vs Barcelona, Inggris Bangkit, hingga Manchester City Pecah Telur

Di sela-sela kegiatan, panitia juga mengisi dengan salawatan dan nyanyian ringan agar suasana tetap hangat dan menyenangkan.

"Menjelang siang, peserta beristirahat. Setelah salat Duhur, kegiatan dilanjutkan tadarus hingga sore hari. Menunggu waktu berbuka, para peserta bersama-sama membaca tahlil," ungkapnya.

Pada malam hari, mereka mengikuti salat Tarawih dan kembali tadarus. Bahkan, beberapa peserta sudah khatam Alquran hingga empat sampai lima kali selama mengikuti program.

Kemudian pada pukul 02.00 WIB, mereka bangun untuk nisful lail lalu makan sahur. Untuk konsumsi, pihaknya masak sendiri di dapur.

Mayoritas peserta berusia 70 tahun ke atas. Bahkan, ada yang berusia 82 hingga 88 tahun. Peserta tidak hanya berasal dari sekitar Blitar, tetapi juga dari Tulungagung hingga Kediri.

"Kami berharap kegiatan ini terus berjalan setiap Ramadan sebagai wadah ibadah sekaligus ruang sosial bagi para lansia. Terpenting mereka bahagia, sehat, dan semangat menjalani ibadah,” pungkasnya.(jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#semangat #talun #pikun #duhur #pondok ramadan #pondok lansia blitar #lanjut usia