Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Di Ponpes At Taubah Garum Blitar, Santri Dilatih Pimpin Majelis Tahlil Setiap Malam Ahad

Muhammad Adib Falih Rifly • Senin, 16 Maret 2026 | 18:00 WIB

 

SUDAH SIAP: Santri Ponpes At Taubah dilatih berani tampil di depan publik.
SUDAH SIAP: Santri Ponpes At Taubah dilatih berani tampil di depan publik.
BLITAR KAWENTAR – Kemampuan santri dalam bermasyarakat sering kali baru terlihat saat mereka sudah dewasa.
Namun, hal berbeda ditunjukkan santri Pondok Pesantren (Ponpes) At Taubah. Para santri di jenjang sekolah dasar (MI) sudah dilatih memiliki mentalitas kendel atau berani tampil di depan publik dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Baca Juga: Megawati Hangest Tri Pertiwi Jadi Sorotan SEA Games 2025: Spike Kerasnya Disebut Berpengaruh pada Kekalahan Vietnam di Final

Para santri tidak hanya berkutat pada hafalan kitab di dalam kelas, tetapi langsung diterjunkan sebagai pelaksana kegiatan rutin.
Setiap malam Ahad, mereka dipercaya memimpin majelis tahlil secara bergantian.

Baca Juga: Gelombang Arus Mudik Mulai Bergerak

Tak hanya itu, santri juga rutin mengisi tarhim melalui pengeras suara masjid sebelum waktu subuh tiba, sebuah praktik nyata untuk mengasah kepercayaan diri sejak dini.
“Para santri sudah siap terjun ke masyarakat karena sudah terbiasa memimpin tahlil di musala pondok,” ungkap pengasuh ponpes, Dr Nuryadin MFilI.

Baca Juga: Debut Megawati Hangestri di Turki Bikin Heboh, Manisa BBSK Menang Telak 4-0 dan Efek “Megatron” Langsung Terasa

Pembentukan mental ini didukung oleh tenaga pengajar yang mumpuni, termasuk bimbingan qiraah langsung dari juara nasional.
Melalui latihan intensif setiap Selasa malam, para santri disiapkan untuk menjadi master of ceremony (MC) hingga Qori’ di berbagai acara formal maupun kemasyarakatan.

Baca Juga: Smash Keras Megawati Hangestri Bikin Pemain Korea Ketakutan, Headshot Berulang di Liga Voli Korea Jadi Sorotan

Strategi ini terbukti efektif, di mana santri kini mulai mendominasi peran-peran penting di acara MI hingga lingkungan rumah mereka saat masa liburan.
Output ini merupakan hasil kedisiplinan tanpa gadget dan bimbingan empat ustad yang stand by memantau perkembangan anak secara personal.

Baca Juga: Awal 2026, Sudah Empat PMI asal Blitar Wafat di Negeri Rantau, Ini Penyebabnya

Dengan bekal keberanian tampil dan karakter yang kuat, santri tidak akan canggung lagi saat harus terjun ke masyarakat nantinya. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan bermanfaat, membawa harum nama Blitar melalui syiar Islam yang inklusif dan progresif. (mg3/c1/ynu)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#Pondok Pesantren At-Taubah #santri cilik #syiar islam #pendidikan karakter #radar blitar