BEKAL SANTRI: Santri Ponpes Nurul Iman memiliki tugas wajib setoran hafalan ke tokoh masyarakat saat liburan.
BLITAR KAWENTAR – Bulan suci Ramadan menjadi momen peningkatan ibadah bagi umat Islam. Namun, bagi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Kecamatan Garum, momen ini juga dimanfaatkan mempersiapkan mental santri terjun ke masyarakat.
Salah satu caranya dengan mewajibkan setoran hafalan ke tokoh kampung saat liburan tiba.
Ponpes ini memiliki tradisi unik yang sudah berjalan lama. Setiap kali liburan tiba, para santri tidak bisa begitu saja bersantai di rumah. Mereka dibekali tugas wajib setoran materi yang dipelajari di pondok kepada minimal tiga tokoh di kampung halaman.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan, Petugas Lapas Temukan HP dan Ratusan Pil LL dari Lemparan Luar
"Setiap liburan ada tugas wajib setoran ke tokoh masyarakat. Biasanya tiga tokoh. Yang pertama ke kepala SD atau MI-nya dulu, kedua ke tokoh masyarakat, ketiga ke kepala madrasah diniyah di daerahnya," jelas Muchamad Imik Jauhari, pengurus Ponpes Nurul Iman.
Materi setoran disesuaikan dengan hafalan masing-masing kelas. Mulai dari hafalan Nadzom, Alfiyah, hadis, hingga matan takrif. Tujuannya agar santri terbiasa bersosialisasi dan tidak canggung saat berhadapan dengan tokoh masyarakat.
"Kami persiapkan sedini mungkin untuk terjun ke masyarakat. Selain itu, tradisi sowan ke kiai, ke guru-guru supaya tetap lestari," imbuhnya.
Baca Juga: Kemenag Kota Blitar Jadwalkan Rukyatul Hilal Hari Ini, Jadi Penentu 1 Syawal 1447 H
Saat ini, ponpes ini memiliki santri dari berbagai penjuru Nusantara. Selama Ramadan, materi yang diajarkan lebih ditekankan pada wawasan bermasyarakat.
Seperti materi tasawuf dan sosialisasi yang nantinya bisa menjadi modal wawasan para santri saat kembali ke rumah. Harapannya, apa yang dipelajari ketika Ramadan bisa dipraktikkan di rumah.(mg3/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah