BLITAR KWENTAR - Antusisme para guru di Blitar Raya di ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 semakin menyala.
Buktinya, peserta yang mengumpulkan hasil karya mencapai 400 peserta lebih.
Baca Juga: Cerita Vokalis Perempuan dari Band Lokal Blitar Suryakarsa: Semua Berawal dari Jadi Penonton
“Tak hanya dari segi peserta yang semakin bertambah, tentunya ini juga akan membuat persaingan akan semakin ketat, dengan berbagai jenis karya yang diberikan,” ungkap Koordinator Juri EJIES 2026 Radar Blitar, Malady Usman.
Untuk penilaian, jelas dia, setelah melalui berbagai proses dan diskusi panjang, akhirnya juri dari Radar Blitar telah memilih 10 karya terbaik untuk tingkat cabang dinas pendidikan Kabupaten/Kota Blitar.
Karay-karya yang terpilih ini kembali diseleksi untuk tingkat Jawa Timur.
“Kami berharap ada peserta terbaik dari Kabupaten/Kota Blitar yang bisa lolos menjadi terbaik di Tingkat Jawa Timur,” harapnya.
Baca Juga: Kisah Bangkrut Rp2,4 Miliar hingga Bangkit, Rahasia Sukses Bisnis Dokter Mobil dari Nol Tanpa Utang
Terkait hasil karya guru se-Kabupaten/Kota Blitar dalam EJIES 2026 ini semakin dinamis dan inovatif.
Ini artinya, para guru semakin melek dan tetap terus belajar untuk meningkatkan literasi lewat karya yang kreatif dan mampu mencari hal-hal baru terkait dunia pendidikan di wilayahnya.
“Perkembangan karya sangat positif, semoga ke depan para guru semakin giat berkarya lewat karya tulis ilmiah, dan semoga karya-karya mendatang bisa lebih fariatif, dan terus menggali berbagai potensi untuk meningkatkan Khazanah pendidikan di Blitar,” tegasnya.
Dia berharap, pada EJIES di tahun-tahun mendatang bisa menjadi ajang para pendidik, kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga pendidikan untuk berani berkarya, dan mampu menunjukkan tulisan-tulisan ilmiah terbaik.
“Harapan ke depan, para guru tetap ikut, dan jadikan EJIES ini sebagai ajang untuk unjuk potensi secara pribadi dan sekolah tempat mengabdi,” harapnya. (ady)