*Oleh Naufal Syifa Danarta, Mahasiswa Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
BLITAR KAWENTAR - Tranformasi Digital yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya Menerapkan Qris Tab 2025 dan Digitalisasi Parkir merupakan bagian dari strategi pemerintah Kota Surabaya Untuk meningkatkan efisiensi Transaksi Keuangan daerah , yang bersifat Transparansi Dan Akuntabilitas , Kebijakan ini adalah mendorong seluruh transaksi keuangan daerah dilakukan secara non tunai (cashless) melalui sistem digital seperti qris yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dalam pengelolaan pendapatan, khususnya pada sektor parkir.
Penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Bank Indonesia melalui QRIS Tap menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat menjadi alat kontrol yang efektif. Setiap transaksi yang dilakukan masyarakat tercatat secara otomatis dan real-time, sehingga meminimalisir praktik pungutan liar serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Contoh penerapan di kawasan seperti Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang menunjukkan bahwa inovasi ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Dari pandangan pelayanan publik, digitalisasi parkir memberikan pengalaman baru yang lebih praktis, cepat, dan aman. Masyarakat tidak lagi bergantung pada uang tunai, cukup dengan memindai kode QR atau menggunakan kartu elektronik, proses pembayaran dapat dilakukan dalam hitungan detik. Hal ini tentu sejalan dengan konsep efisiensi dalam pelayanan, di mana waktu dan kemudahan menjadi faktor utama kepuasan masyarakat.
kebijakan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan prinsip good governance. Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya menuju kota cerdas (smart city), di mana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, saya mendukung penuh kebijakan ini karena tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Baca Juga: MPV Murah Rasa Mewah Mulai Rp120 Jutaan, Ini 4 Pilihan Terbaik yang Bisa Saingi Mobil Baru!
Dari sisi pemerintah, digitalisasi ini memungkinkan pengawasan yang lebih baik karena seluruh data transaksi dapat dipantau secara nyata dan terdata. Melainkan juga sistem ini juga membantu memastikan bahwa pendapatan dari sektor parkir dapat masuk langsung ke kas daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Walaupun saat ini Penerapan penerapan QRIS Tap di Surabaya masih terbatas pada beberapa titik wilayah, pemerintah berencana untuk memperluas implementasinya secara bertahap ke seluruh area kota Surabaya harus diiringi dengan edukasi publik agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Penerapan QRIS Tap di beberapa titik wilayah Surabaya menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi mampu membawa perubahan positif dalam pelayanan publik.
Dengan Pada akhirnya, saya memandang kebijakan ini sebagai langkah progresif yang patut diapresiasi dan didukung. Digitalisasi parkir bukan hanya soal mengganti uang tunai dengan sistem elektronik, tetapi tentang membangun sistem yang lebih jujur, transparan, dan efisien. Jika terus dikembangkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Surabaya akan menjadi kota percontohan nasional dalam penerapan sistem pembayaran digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.(*)