BLITAR KAWENTAR - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas pendidikan (dispendik) untuk memperkuat akses pendidikan. Di antaranya, melalui beberapa program inovasi.
Paling populer, program bantuan biaya bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi siswa kelas XII dari keluarga kurang mampu, dan beberapa program lainnya.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Kota Blitar.
“Dengan tema Hardiknas tahun ini, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Salah satu bentuk nyatanya melalui program bimbel gratis bagi siswa yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut dia, program ini difokuskan untuk membantu siswa agar lebih siap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya bagi pelajar yang memiliki keterbatasan secara ekonomi.
“Kami ingin anak-anak di Kota Blitar memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Di sisi lain, capaian pendidikan Kota Blitar juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2025, indeks SPM pendidikan mencapai 89,16 dengan kategori Tuntas Madya atau naik 3,68 poin dibanding tahun sebelumnya. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 14,82 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 10,83 tahun. Sedangkan indeks pendidikan berada di angka 0,773.
Dalam empat tahun terakhir, progres kinerja SPM pendidikan di Kota Blitar terus mengalami peningkatan. Tahun 2022 berada di angka 80,18, naik menjadi 83,71 pada 2023, kemudian 85,48 di 2024, hingga mencapai 89,16 pada 2025.
“Peningkatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas akses pendidikan dan menjaga kualitas layanan pendidikan di Kota Blitar,” pungkasnya.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah