Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sekolah Rakyat Surabaya Ditarget Rampung Juli 2026, Gus Ipul Pastikan Khusus Anak Tak Mampu dan Bisa Tampung 1.000 Siswa

Dyah Wulandari • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:38 WIB
Sekolah Rakyat Surabaya ditarget selesai Juli 2026. Gus Ipul memastikan sekolah khusus anak tak mampu dan mampu tampung 1.000 siswa.
(screenshot youtube)
Sekolah Rakyat Surabaya ditarget selesai Juli 2026. Gus Ipul memastikan sekolah khusus anak tak mampu dan mampu tampung 1.000 siswa. (screenshot youtube)

JAKARTA - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus dipercepat. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Gedung Cowek, Surabaya, Minggu siang. Proyek Sekolah Rakyat Surabaya itu ditargetkan selesai pada Juli 2026 dan diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari program nasional yang kini tengah dikebut pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Secara nasional, terdapat 97 titik pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua di berbagai daerah Indonesia. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan proyek terbanyak, yakni mencapai 18 lokasi.

Dalam kunjungannya, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memastikan Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang putus sekolah atau berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Chevrolet Spin Diesel LT 2013 Dijual Rp75 Juta, MPV Diesel Irit dengan Mesin Halus dan Body Original

Sekolah Rakyat Surabaya Dibangun Lengkap dengan Asrama dan Laboratorium

Proyek Sekolah Rakyat Surabaya di kawasan Gedung Cowek dirancang menjadi fasilitas pendidikan terpadu. Pemerintah tidak hanya membangun ruang belajar, tetapi juga melengkapi kawasan sekolah dengan asrama, laboratorium, serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

Menurut Gus Ipul, konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum pada umumnya. Program ini menyasar anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan karena faktor ekonomi maupun sosial.

Baca Juga: Kebijakan ASN WFA, BKPSDM Kota Blitar: Bukan Bisa Kerja Seenaknya, tapi Tetap Wajib Disiplin

“Sekolah rakyat ini khusus untuk anak dari keluarga tidak mampu,” ujar Gus Ipul saat meninjau lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Pemerintah akan melakukan penjangkauan langsung terhadap anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, hingga mereka yang memiliki potensi berhenti sekolah di tengah jalan.

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal dari akses pendidikan hanya karena keterbatasan biaya. Kehadiran asrama juga diharapkan membantu siswa dari keluarga rentan yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pendidikan.

Baca Juga: Minat Lulusan SMA Melejit! Inilah Daftar 10 Sekolah Kedinasan Terbaik di Indonesia yang Tawarkan Kuliah Gratis dan Jaminan Kerja Jadi AS

Pemerintah Kebut 97 Titik Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Selain di Surabaya, pembangunan Sekolah Rakyat juga berlangsung di berbagai daerah lain di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah mempercepat penyelesaian proyek agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Gus Ipul menyebut, sebagian besar proyek dipastikan selesai tepat waktu. Dari total lebih dari 90 titik pembangunan permanen, sekitar 67 proyek disebut telah berjalan sesuai target.

Baca Juga: WFA Sulit Diterapkan Penuh pada Industri Manufaktur, Pengusaha Muda Blitar Ini Ungkap Alasannya

“Dari 90 lebih itu, 67 insyaallah selesai tepat waktu,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, beberapa titik lain memang belum seluruhnya rampung secara penuh. Namun, pemerintah memastikan fasilitas tersebut tetap dapat digunakan secara fungsional ketika tahun ajaran baru dimulai.

“Pada bulan Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan di 90 titik, insyaallah lebih, sekitar 97 titik,” lanjutnya.

Baca Juga: Buru Calon Siswa Pengisi Bangku Sekolah Rakyat di Kota Blitar, Dinsos Lakukan Survei Lapangan lewat PKH

Percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan di berbagai daerah.

Fokus Tangani Anak Putus Sekolah dan Kemiskinan Ekstrem

Program Sekolah Rakyat juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka putus sekolah dan memutus rantai kemiskinan ekstrem. Dengan menyediakan pendidikan gratis lengkap dengan fasilitas penunjang, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa memperoleh pendidikan layak.

Baca Juga: Kuliner Burger Handmade ala Anak Muda Jadi Tren Baru di Kota Blitar

Di Jawa Timur sendiri, keberadaan 18 proyek Sekolah Rakyat menunjukkan tingginya perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan di wilayah tersebut. Surabaya menjadi salah satu lokasi prioritas karena kebutuhan fasilitas pendidikan inklusif masih cukup besar.

Selain gedung belajar dan asrama, fasilitas laboratorium dan sarana pendukung lainnya disiapkan agar kualitas pendidikan tetap kompetitif. Pemerintah juga menargetkan sistem pembelajaran berjalan optimal sejak awal operasional pada Juli mendatang.

Program Sekolah Rakyat sebelumnya mendapat perhatian luas karena dinilai menjadi solusi konkret bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal. Dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa di Surabaya, proyek ini diperkirakan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Jawa Timur.

Baca Juga: Catat! Ini 4 Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Berdasarkan Standar Resmi BKN, Lengkap dengan Strategi Lolos Kuota!

Keberhasilan penyelesaian proyek tepat waktu akan menjadi penentu penting bagi pelaksanaan program pendidikan berbasis kesejahteraan sosial yang kini terus diperluas pemerintah pusat.

Editor : Dyah Wulandari
#Sekolah Rakyat Surabaya #Sekolah Rakyat Juli 2026 #Program Kemensos RI #anak putus sekolah #saifullah yusuf