Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sekolah Rakyat Gratis Resmi Dimulai Juli 2025, Siswa Dapat Asrama, Laptop hingga Makan 3 Kali Sehari

Dyah Wulandari • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:46 WIB
Sekolah Rakyat gratis resmi dimulai Juli 2025. Siswa miskin dapat asrama, laptop, makan gratis, dan fasilitas sekolah modern. (screenshot youtube)
Sekolah Rakyat gratis resmi dimulai Juli 2025. Siswa miskin dapat asrama, laptop, makan gratis, dan fasilitas sekolah modern. (screenshot youtube)

JAKARTA - Program Sekolah Rakyat gratis resmi dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah melalui Kementerian Sosial membuka 63 sekolah rakyat tahap pertama pada Senin, 14 Juli 2025, dengan total lebih dari 9.700 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama dengan fasilitas pendidikan 100 persen gratis. Sekolah Rakyat dibuka mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA dan ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Sosial.

Selain gratis, fasilitas yang disediakan disebut setara sekolah elit. Setiap siswa mendapatkan asrama, makan tiga kali sehari, laptop, laboratorium komputer modern, hingga sistem absensi digital real time.

Baca Juga: Motor Listrik Indomobil Quty Resmi Meluncur di IMS 2026, Harga Rp15 Jutaan dengan Teknologi NFC dan Jarak Tempuh 135 Km

Sekolah Rakyat Dibuka untuk Anak Miskin dan Putus Sekolah

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Seleksi siswa dilakukan berdasarkan data kemiskinan ekstrem dan keluarga rentan yang telah diverifikasi pemerintah daerah dan dinas sosial.

Pada tahap awal, sebanyak 63 sekolah mulai beroperasi lebih dulu, sedangkan sisa dari target 100 sekolah akan dibuka secara bertahap hingga akhir Juli 2025.

Baca Juga: Indomobil eMotor QT 2026 Meluncur di IIMS, Motor Listrik Imut Bergaya Eropa dengan Harga Mulai Rp15 Juta

Di Bogor, misalnya, pemerintah menyiapkan dua lokasi Sekolah Rakyat. Jenjang SMP berada di Sentra Terpadu Inten Soeweno Karadenan, Cibinong, sementara SMA berlokasi di Sentra Terpadu Galih Pakuan, Kecamatan Ciseeng.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 12 Sentra Galih Pakuan, Ihsan Cahyana, mengatakan sekolah tersebut menampung 50 siswa dari keluarga miskin ekstrem. Rinciannya, 26 siswi putri dan 24 siswa putra.

“Tujuan sekolah ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswa yang tidak memiliki akses pendidikan yang baik agar bisa mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” kata Ihsan.

Baca Juga: Indomobil eMotor QT Resmi Meluncur, Motor Listrik Bergaya Retro dengan Ambient Lighting dan Jarak Tempuh 135 Km

Ia menyebut seluruh proses seleksi siswa dilakukan bersama Dinas Sosial Kabupaten Bogor agar tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

Fasilitas Sekolah Rakyat Disebut Tak Kalah dari Sekolah Elit

Meski diperuntukkan bagi masyarakat miskin, fasilitas Sekolah Rakyat justru menjadi sorotan karena tergolong lengkap dan modern. Pemerintah menyediakan ruang kelas digital, laboratorium komputer berteknologi tinggi, monitor pintar di setiap kelas, hingga laptop untuk seluruh siswa.

Baca Juga: ⁠Dianggap Cawe-cawe Masalah Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar, Wali Kota Mas Ibin Bantah Keras

Selain fasilitas pendidikan, siswa juga mendapatkan tempat tinggal di asrama lengkap dengan kamar mandi yang memadai. Pemerintah bahkan menyiapkan kebutuhan makan tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Bambu Apus Jakarta Timur, Regut Sutrasto, menjelaskan sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan formal berbasis kurikulum nasional, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

“Kurikulumnya seperti sekolah umum, tetapi ada tambahan pendidikan karakter, keimanan, dan kebiasaan hidup sehat karena sistemnya berasrama,” ujar Regut.

Baca Juga: Kuliner Burger Handmade ala Anak Muda Jadi Tren Baru di Kota Blitar

Ia menjelaskan kegiatan siswa dimulai sejak pagi hingga malam hari dengan berbagai aktivitas pembinaan, termasuk olahraga, ibadah, dan pola makan bergizi.

Pada pekan pertama sekolah, kegiatan belajar mengajar belum dimulai penuh. Para siswa masih mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan, serta tes kebugaran bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Orang Tua dan Siswa Mengaku Terbantu Program Sekolah Gratis

Hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat disambut antusias para siswa dan orang tua. Di berbagai lokasi sekolah, puluhan orang tua tampak mengantar langsung anak-anak mereka menuju asrama.

Baca Juga: Catat! Ini 4 Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Berdasarkan Standar Resmi BKN, Lengkap dengan Strategi Lolos Kuota!

Banyak keluarga mengaku terbantu karena sebelumnya kesulitan membiayai pendidikan anak hingga jenjang menengah atas. Salah satu orang tua siswa mengaku bersyukur karena anaknya kini bisa melanjutkan pendidikan tanpa memikirkan biaya sekolah.

“Saya sangat senang karena ada sekolah gratis ini. Anak saya jadi punya kesempatan sekolah lebih tinggi,” ujar salah satu wali murid.

Para siswa juga mengaku senang dengan fasilitas yang tersedia. Selain sekolah gratis, mereka merasa mendapatkan kesempatan belajar dengan fasilitas modern yang sebelumnya sulit dijangkau.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Surabaya Ditarget Rampung Juli 2026, Gus Ipul Pastikan Khusus Anak Tak Mampu dan Bisa Tampung 1.000 Siswa

“Saya senang sekolah di sini karena fasilitasnya bagus dan gratis,” kata seorang siswa.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu proyek pendidikan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap program ini dapat membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Editor : Dyah Wulandari
#Sekolah Rakyat gratis #Program Prabowo Subianto #Sekolah Rakyat 2025 #Sekolah gratis berasrama #Pendidikan keluarga miskin