MINAT TINGGI: Pengunjung membaca koleksi buku perpustakaan daerah Dispusip Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
BLITAR KAWENTAR – Jumlah kunjungan ke perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar selama Triwulan I 2026 tercatat mencapai 1.358 pengunjung. Peningkatan fasilitas hingga tambahan koleksi buku menjadi faktor yang mempengaruhi.
Dari total jumlah tersebut, pengunjung perempuan mendominasi jumlah kunjungan dibandingkan laki-laki.
Berdasarkan data yang dihimpun, pengunjung laki-laki tercatat sebanyak 645 orang, sedangkan pengunjung perempuan mencapai 713 orang.
”Total pengunjung perpustakaan selama Triwulan I sebanyak 1.358 orang. Dari jumlah tersebut, pengunjung perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki,” jelas Kepala Bidang Perpustakaan Dispussip Kabupaten Blitar, Wahyuni Dianasari.
Menurutnya, angka kunjungan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan masih cukup baik. Di samping itu, koleksi buku perpustakaan juga semakin beragam mengikuti kebutuhan, terutama kalangan anak muda.
"Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca maupun mencari referensi," paparnya.
Dispussip Kabupaten Blitar terus berupaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan agar mampu menarik lebih banyak pengunjung. Berbagai fasilitas penunjang dan koleksi bacaan juga terus menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Selain menyediakan layanan baca di tempat, perpustakaan juga dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan literasi bagi masyarakat. Kehadiran perpustakaan diharapkan mampu meningkatkan budaya membaca sekaligus memperluas akses informasi di Kabupaten Blitar.
Sebagaimana diketahui, dispusip memiliki dua layanan unggulan yang menjadi ujung tombak. Dua layanan tersebut adalah layanan terpadu perpustakaan daerah (LTPD) dan layanan terpadu perpustakaan sekolah (LTPS).
Wahyuni menambahkan, pihaknya akan terus melakukan inovasi layanan agar perpustakaan menjadi ruang yang nyaman dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap minat baca masyarakat terus meningkat dan perpustakaan bisa menjadi tempat belajar yang nyaman serta mudah diakses semua kalangan,” pungkasnya.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah