Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tingkat Gemar Membaca di Kota Blitar Masih Rendah, Dinperpusip Tahun Ini Targetkan Lampaui 60 Persen

M. Luki Azhari • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:49 WIB
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR
ASYIK: Vera, pengunjung perpustakaan mengambil salah satu koleksi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Blitar, Sabtu (6/6/2026).
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR ASYIK: Vera, pengunjung perpustakaan mengambil salah satu koleksi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Blitar, Sabtu (6/6/2026).

 

BLITAR KAWENTAR - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dinperpusip) Kota Blitar harus bekerja ekstra untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat. Pasalnya, Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Bumi Bung Karno ini dinilai masih berada di level yang belum ideal berdasarkan indikator terbaru.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Blitar, Juyanto mengungkapkan, berdasarkan pemetaan tahun 2025, angka TGM di Kota Blitar menyentuh 54,47 persen. Secara kategori, angka tersebut saat ini masuk dalam kualifikasi rendah karena berada di bawah standar minimal yang diharapkan.

Jika menilik data tahun 2024, angka gemar membaca Kota Blitar tercatat sebesar 52,40. Meski secara angka terlihat lebih kecil dari tahun 2025, namun pada tahun 2024 angka tersebut sempat masuk kategori sedang. Juyanto menegaskan bahwa data di kedua tahun tersebut tidak dapat dibandingkan secara apple-to-apple.

Baca Juga: Langganan Podium Lomba Trail Run Nasional, Pelari Perempuan Blitar Ini Bagikan Tips Jitu Taklukkan Jalur Terjal

"Tahun 2024 GKM kita di angka 52,40 dan masuk kategori sedang. Namun, data dua tahun ini tidak bisa dibandingkan karena ada perubahan indikator penilaian. Untuk tahun 2025 dengan capaian 54,47 persen, kita masuk kategori rendah. Sehingga, masih harus banyak usaha untuk meningkatkan gemar membaca di sini," ujarnya, kemarin (4/6).

Melihat kondisi tersebut, Juyanto menegaskan pihaknya tengah berakselerasi agar angka literasi mengalami kenaikan signifikan dalam satu tahun ke depan. Targetnya, pada penghujung tahun 2026, angka tersebut harus melampaui ambang batas kategori rendah.

"2026 nanti sampai Desember, kami upayakan bisa di angka 60 lebih. Karena kalau di bawah 60 itu masih kategori rendah. Upaya-upaya yang kita lakukan dengan harapan akhir tahun 2026 naik level di angka atas 60 persen," tegasnya.

Baca Juga: Wawali Mbak Elim Ditunjuk Jadi Pengurus KONI Kota Blitar, Wali Kota Mulai Kaji Aturan Rangkap Jabatan

Salah satu yang menjadi andalan adalah penguatan fasilitas melalui kafe literasi yang telah diresmikan oleh Wali Kota Blitar. Konsep ini menggabungkan tempat nongkrong yang nyaman dengan akses buku guna menghapus kesan perpustakaan yang kaku.

Selain itu, pihak dinas juga mulai aktif menggandeng pihak ketiga untuk menggelar bazar buku secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan akses buku fisik kepada masyarakat di tengah gempuran teknologi digital.

"Memang bukan hal yang mudah untuk mengalihkan perhatian masyarakat, karena sekarang anak kecil saja kadang sudah main HP. Ini tantangan besar, jangan sampai keterusan hingga dewasa. Mengubah pola pikir agar kembali senang membaca buku fisik itu tidak mudah, tapi harus terus kita upayakan," pungkasnya.(mg1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Tingkat gemar membaca #buku #minat baca #perpustakaan #Dinperpusip Kota Blitar