TINGKATKAN MINAT BACA: Para siswa SD menikmati layanan perpustakaan keliling dari Dispussip Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
BLITAR KAWENTAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Blitar mencatat koleksi buku yang dikelola perpustakaan daerah kini mencapai puluhan ribu eksemplar.
Meski jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun, masyarakat yang menantikan kehadiran buku-buku baru diperkirakan masih harus menunggu hingga akhir 2026 karena proses pengadaan koleksi baru belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispussip Kabupaten Blitar, Wahyuni Dianasari mengatakan, berdasarkan data inventaris terbaru, perpustakaan daerah saat ini memiliki 12.603 judul buku dengan total 21.883 eksemplar.
Baca Juga: Overstay Dua Bulan Lebih di Blitar, Pasutri WNA Ukraina Diamankan Petugas Imigrasi
Koleksi tersebut mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan, literatur umum, referensi pendidikan, hingga bahan bacaan penunjang keterampilan masyarakat.
“Untuk koleksi total saat ini kami memiliki 12.603 judul dengan jumlah fisik mencapai 21.883 eksemplar,” ujar Wahyuni
Menurutnya, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk menambah koleksi buku pada 2026.
Baca Juga: Puluhan SD Negeri di Kota Blitar Belum Penuhi Kuota, Dispendik Ungkap Penyebabnya
Namun, proses pengadaan masih menunggu tahapan administrasi dan pelaksanaan anggaran yang telah dijadwalkan.
Wahyuni menjelaskan, pengadaan buku baru diproyeksikan berlangsung pada triwulan IV atau antara Oktober hingga Desember.
Dengan demikian, tambahan koleksi belum dapat langsung dinikmati masyarakat dalam waktu dekat.
“Ada penambahan koleksi buku untuk tahun ini, namun proses pengadaannya masih diproyeksikan baru berjalan di Triwulan IV,” katanya.
Sambil menunggu realisasi pengadaan tersebut, dispussip terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan koleksi yang sudah tersedia.
Baca Juga: Pemkot Salurkan Ribuan Paket Tambahan Gizi Bagi Bumil, Satu Warga Alami Alergi
Berbagai program literasi dijalankan untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan aktivitas kreatif.
Selain menyediakan layanan peminjaman buku, perpustakaan daerah juga aktif menggelar kegiatan membaca nyaring (read aloud), mendongeng untuk anak usia dini, hingga program kolaborasi dengan sekolah dan komunitas literasi.
Dispussip menilai upaya peningkatan budaya membaca tidak cukup hanya dengan menambah koleksi buku.
Baca Juga: Nyekar di Makam Bung Karno Blitar, Kapolri Buka Suara Terkait Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa
"Keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, dan komunitas dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini serta memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Blitar," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari