BLITAR KAWENTAR – Progres Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Bung Karno terus dikebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar rutin memonitor perkembangan proyek.
Hingga pekan ketiga Juni, progres fisik proyek tercatat mencapai 82 persen. Sejumlah fasilitas penunjang bahkan telah selesai dikerjakan, meski beberapa bangunan utama masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pengembang. Saat ini fokus pekerjaan diarahkan pada penyelesaian bangunan yang belum rampung agar target operasional dapat tercapai.
Baca Juga: Samsung Galaxy A36 5G Layak Dibeli? Ini Perbandingan Lengkap dengan Galaxy A55 dan Galaxy A56
”Per minggu ketiga Juni, progres fisik sudah mencapai 82 persen. Sesuai informasi dari pengembang, target penyelesaian 100 persen dijadwalkan pada 30 Juli 2026,” ujarnya.
Berdasarkan data perkembangan pembangunan, gedung SMP telah selesai 100 persen. Sementara pembangunan gedung SD masih mencapai sekitar 20 persen.
Selain itu, kawasan Sekolah Rakyat juga telah dilengkapi satu unit rumah susun dan empat unit asrama.
Eka menjelaskan, sejumlah fasilitas penunjang yang akan mendukung aktivitas belajar mengajar juga telah rampung. Di antaranya kantin, dapur atau kitchen, serta gedung ibadah.
”Fasilitas pendukung seperti kantin, dapur, dan gedung ibadah sudah selesai. Begitu juga sumur bor, sambungan PDAM, dan rumah pompa yang sudah dapat difungsikan,” katanya.
Menurut Eka, penyelesaian fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam persiapan operasional Sekolah Rakyat. Namun demikian, pihaknya tetap memantau progres bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan agar tidak mengganggu target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Resmi Hadir, Desain Makin Premium tapi Upgrade Dinilai Kurang Menggoda
”Kami terus berkoordinasi dengan pengembang dan melakukan pemantauan berkala. Harapannya seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu sehingga saat operasional dimulai seluruh sarana sudah siap digunakan,” pungkasnya.(bud/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah