BLITAR KAWENTAR - Tak hanya mengajak, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar juga meninjau dan melihat langsung berbagai fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar bersama calon peserta didik dan orang tua, Jumat (10/7). Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran nyata mengenai fasilitas yang akan digunakan sebelum proses pembelajaran dimulai.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, sebelumnya pendamping telah melakukan sosialisasi secara door-to-door kepada keluarga calon siswa. Namun, sebagian orang tua masih belum memahami konsep SR sehingga diperlukan survei lapangan.
“Kemarin teman-teman pendamping sudah menyosialisasikan SR dari rumah ke rumah. Ternyata orang tua dan calon siswa masih perlu melihat langsung seperti apa sekolahnya, gedungnya, asramanya, sampai fasilitas yang nanti digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: BYD Atto 1 vs Geely EX2, Duel Mobil Listrik Rp200 Jutaan, Mana Lebih Layak Dibeli?
Menurut pria yang akrab disapa Mas Ibin itu, setelah diajak melihat langsung, respons masyarakat jauh lebih positif. Banyak calon siswa mulai tertarik untuk bergabung karena dapat melihat kondisi bangunan dan fasilitas yang disiapkan pemerintah
“Kalau hanya dijelaskan dari rumah ke rumah, mereka belum punya gambaran. Begitu dibawa ke sini, mereka tahu seperti apa SR. Tadi saya tanya langsung, ternyata mereka berminat sekolah di sini,” katanya.
Saat ini, SR telah menetapkan 84 siswa sebagai peserta didik angkatan pertama. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga memenuhi kuota 270 siswa yang dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel). “Per kelas maksimal 30 siswa. Rencananya ada tiga rombel setiap angkatan, jadi total sekitar 270 siswa untuk angkatan pertama,” jelasnya.
Baca Juga: 7 HP RAM 12 GB Murah Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming, Editing, dan Multitasking
Mas Ibin optimistis jumlah peserta didik akan terus meningkat seiring semakin banyaknya masyarakat yang melihat langsung fasilitas SR. Menurutnya, program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil terbawah yang membutuhkan dukungan pendidikan berasrama.
“Kami berharap setelah melihat langsung, antusiasme masyarakat semakin bertambah, bahkan bisa melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Pemkot menargetkan pembangunan tahap pertama selesai pada 31 Juli sehingga seluruh fasilitas dapat segera difungsikan. Sementara itu, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dijadwalkan mulai 14 Juli sebelum pembelajaran berlangsung secara penuh.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah