Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

MPLS di SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Hanya Diikuti Lima Siswa Baru, Sekolah Genjot Ekstrakurikuler Seni dan Olahraga untuk Tarik Minat Orang Tua

M. Subchan Abdullah • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:30 WIB
SENANG : Para siswa SDN Sukorejo 3  Kota Blitar mengikuti upacara di hari pertama masuk sekolah, kemarin (13/7)
SENANG : Para siswa SDN Sukorejo 3 Kota Blitar mengikuti upacara di hari pertama masuk sekolah, kemarin (13/7)

 

BLITAR KAWENTAR – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru di SDN Sukorejo 3 Kota Blitar berlangsung dengan suasana hangat meski jumlah peserta didik baru sangat minim.

Tahun ini, kegiatan MPLS di sekolah tersebut hanya diikuti lima siswa baru. Kondisi itu menjadi potret tantangan yang dihadapi sejumlah sekolah dasar negeri di tengah persaingan mendapatkan peserta didik.

Meski hanya diikuti lima siswa, pelaksanaan MPLS SDN Sukorejo 3 Kota Blitar tetap berlangsung meriah.

Baca Juga: Perjalanan Terjal Suhita Lebah Indonesia Mengembangkan Usaha Madu Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Bandar Lampung, Begini Kisahnya

Pihak sekolah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai konsep MPLS Ramah yang dicanangkan pemerintah, dengan mengedepankan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan membangun karakter anak sejak hari pertama masuk sekolah.

Hari pertama MPLS diawali dengan apel pembukaan yang diikuti seluruh warga sekolah. Selanjutnya, peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah, para guru, ruang belajar, hingga berbagai fasilitas penunjang pendidikan.

 Siswa juga diajak mengikuti kegiatan pembentukan kelompok dan permainan yang bertujuan mempererat kebersamaan antarteman.

Baca Juga: John Herdman Siapkan Era Baru Timnas Indonesia, Bongkar Taktik Lama dan Ubah Garuda Jadi Lebih Berbahaya

Selain pengenalan lingkungan sekolah, materi yang diberikan juga berfokus pada pembiasaan karakter positif.

Program seperti Pagi Ceria, penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembelajaran hidup rukun, pengenalan pola hidup sehat, hingga edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi menjadi bagian dari kegiatan MPLS.

Kepala SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Agung Mukhlis mengatakan, jumlah peserta didik yang sedikit tidak menyurutkan semangat sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Berbagai pembenahan terus dilakukan agar sekolah mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi seluruh siswa.

Menurutnya, selain memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik sekaligus wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Baca Juga: John Herdman Bawa Revolusi Timnas Indonesia, Ini 3 Gebrakan Besar yang Bisa Ubah Nasib Garuda Usai Era Patrick Kluivert

Fokus pengembangan ekstrakurikuler diarahkan pada bidang seni dan olahraga. Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin memberikan ruang bagi siswa untuk berprestasi, baik di tingkat kota maupun jenjang yang lebih tinggi.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas sekolah, salah satunya melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni. Harapannya, anak-anak memiliki wadah untuk berprestasi sekaligus menjadi daya tarik sekolah," ujar Agung.

Pengembangan ekstrakurikuler dinilai menjadi salah satu strategi yang realistis di tengah semakin ketatnya persaingan antar sekolah dasar.

Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Mulai Terbongkar, Formasi 3 Bek dan Gaya Menyerang Jadi Senjata Baru Garuda

Orang tua kini tidak hanya mempertimbangkan lokasi sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran, fasilitas, hingga peluang anak mengembangkan bakat di luar kegiatan akademik.

Agung mengakui, sedikitnya jumlah peserta didik baru tidak sepenuhnya dipengaruhi kualitas sekolah.

Ada sejumlah faktor eksternal yang turut menentukan, salah satunya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di wilayah sekitar yang relatif terbatas.

Baca Juga: John Herdman Mulai Coret Pemain Timnas Indonesia, Seleksi Skuad Piala AFF 2026 Masuk Fase Krusial

Selain itu, banyaknya pilihan sekolah dasar di Kecamatan Sukorejo membuat orang tua memiliki lebih banyak alternatif saat menentukan tempat pendidikan bagi putra-putrinya.

 Persaingan tersebut membuat setiap sekolah harus memiliki keunggulan tersendiri agar mampu menarik minat masyarakat.

Meski demikian, pihak sekolah tetap menghormati keputusan setiap orang tua dalam memilih sekolah.

Baca Juga: 50 Pemain Berebut Tempat, John Herdman Segera Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Yang terpenting, SDN Sukorejo 3 terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan agar kepercayaan masyarakat dapat tumbuh dari waktu ke waktu.

"Pada akhirnya pilihan tetap ada di tangan orang tua. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik, tetapi keputusan menyekolahkan anak tetap menjadi hak masing-masing keluarga. Yang bisa kami lakukan adalah terus berbenah agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.

Kondisi minimnya jumlah peserta didik baru di beberapa sekolah dasar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.

Baca Juga: Mitchell Baker Segera Jadi WNI, John Herdman Siapkan Senjata Baru dan Coret Pemain Timnas Indonesia

Namun demikian, berbagai upaya pembenahan kualitas layanan, penguatan karakter melalui MPLS Ramah, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekolah sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik. (*/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
MPLS SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Siswa Baru Kota Blitar SDN Sukorejo 3 Ekstrakurikuler Sekolah pendidikan kota blitar