BLITAR KAWENTAR – Jumlah murid baru di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Blitar pada tahun ajaran 2026/2027 masih menjadi perhatian.
Salah satunya terjadi di SDN Sukorejo 3 Kota Blitar yang tahun ini hanya menerima lima peserta didik baru.
Meski jumlahnya sangat minim, sekolah memastikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berlangsung normal sesuai ketentuan pemerintah.
Fenomena murid baru SDN Sukorejo 3 Kota Blitar hanya lima orang menunjukkan tantangan yang kini dihadapi sejumlah sekolah negeri di kawasan perkotaan.
Selain dipengaruhi faktor demografi, persaingan antarsekolah yang semakin ketat membuat orang tua memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan tempat pendidikan bagi anak mereka.
Hari pertama MPLS tetap diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan pengenalan lingkungan sekolah, guru, ruang belajar, hingga berbagai kegiatan yang bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan suasana sekolah.
Seluruh materi diberikan sesuai konsep MPLS Ramah yang mengedepankan pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Kepala SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Agung Mukhlis mengatakan, kondisi minimnya peserta didik baru bukan pertama kali terjadi.
Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah juga hanya menerima lima siswa baru.
Menurutnya, jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di sekitar lingkungan sekolah yang relatif sedikit menjadi salah satu penyebab utama rendahnya jumlah pendaftar setiap tahun.
"Tahun kemarin juga lima. Memang lulusan TK di sekitar sini sedikit sehingga berdampak pada jumlah siswa yang masuk ke sekolah kami," ujarnya.
Selain faktor jumlah lulusan TK, lokasi sekolah yang berdekatan dengan beberapa sekolah dasar lainnya juga membuat persaingan mendapatkan peserta didik semakin kompetitif.
Orang tua kini memiliki lebih banyak alternatif dalam memilih sekolah sesuai kebutuhan dan pertimbangan masing-masing.
"Di sekitar sini ada beberapa sekolah lain, jadi memang persaingannya cukup kompetitif. Orang tua sekarang juga memiliki banyak pilihan sekolah," katanya.
Walaupun hanya memiliki lima murid baru, SDN Sukorejo 3 tetap menjalankan seluruh rangkaian MPLS sebagaimana sekolah lainnya.
Para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, hingga pembiasaan karakter positif yang menjadi bagian dari pendidikan dasar.
Sekolah juga berupaya menciptakan suasana yang nyaman sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan cepat bersama guru maupun teman-teman mereka.
Agung menegaskan, jumlah siswa yang sedikit tidak mengurangi komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
Seluruh program pembelajaran tetap dijalankan secara optimal agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak, guru bahkan memiliki kesempatan memberikan perhatian lebih kepada setiap peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin mengakui masih terdapat beberapa sekolah dasar yang menerima peserta didik baru kurang dari 10 orang pada tahun ajaran ini.
Baca Juga: Tes Jarak Tempuh Mobil Listrik: Jaecoo J5 EV Libas BYD Atto 3, Hasilnya Bikin Kaget!
Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas maupun layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa.
"Memang ada beberapa sekolah SD yang jumlah pendaftarnya masih di bawah 10 siswa. Tetapi pembelajaran tetap kami laksanakan, karena itu hak anak untuk mendapatkan pendidikan," ujarnya.
Dinas Pendidikan juga memastikan pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah tetap dipantau hingga kegiatan berakhir pada 17 Juli mendatang.
Monitoring dilakukan agar seluruh sekolah menjalankan MPLS sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini SDN Sukorejo 3 memiliki sekitar 60 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI.
Meski jumlah peserta didik baru relatif sedikit, sekolah tetap optimistis dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui berbagai program peningkatan mutu pendidikan. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari