Sekolah Rakyat Kota Blitar Andalkan Guru Tamu Selama Dua Bulan, Guru PPPK Kemensos Baru Bertugas September

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:00 WIB
ANTUSIAS: Sejumlah orang tua calon siswa mengunjungi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kauman, Kepanjenkidul, beberapa waktu lalu. (AI)
ANTUSIAS: Sejumlah orang tua calon siswa mengunjungi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kauman, Kepanjenkidul, beberapa waktu lalu. (AI)

 

BLITAR KAWENTAR – Sekolah Rakyat Kota Blitar akan mengandalkan guru tamu untuk mendukung proses belajar mengajar selama dua bulan pertama operasional.

Skema tersebut diterapkan karena guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial (Kemensos) masih menjalani proses administrasi dan baru dijadwalkan diumumkan pada September 2026.

Kehadiran guru tamu menjadi solusi sementara agar kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Blitar dapat berjalan sesuai jadwal tanpa harus menunggu seluruh tenaga pendidik berstatus PPPK mulai bertugas.

Baca Juga: Ngudoroso lewat Lagu Kondisi Saat Ini, Musisi Blitar, Abonjhon: "Kabeh Kakean Atraksi"

 Dukungan tenaga pengajar tersebut berasal dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar serta Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Blitar Raya.

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar Johan Argono mengatakan, proses perekrutan guru PPPK sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kemensos.

 Karena itu, sekolah harus menyiapkan langkah antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sejak hari pertama pembukaan sekolah.

Baca Juga: Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus: Duel Sengit HP Rp3 Jutaan, Pilih Performa 5G atau Fitur Pro?

Menurut Johan, selama masa transisi pihaknya memperoleh dukungan penuh dari Dispendik dan Cabdindik untuk menyediakan guru tamu sesuai kebutuhan mata pelajaran.

"Untuk dua bulan ini kami mendapat dukungan dari Dispendik dan Cabdindik untuk mendatangkan guru tamu. September nanti baru ada pengumuman PPPK Kemensos khusus untuk Sekolah Rakyat. Saat ini proses administrasi masih berlangsung," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik pada angkatan pertama telah dipetakan berdasarkan jenjang pendidikan.

 Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dibutuhkan sedikitnya sembilan guru mata pelajaran, kemudian 11 guru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 17 guru pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

 Setiap mata pelajaran diupayakan memiliki minimal satu orang guru agar proses pembelajaran berjalan optimal.

Selain tenaga pengajar, sekolah juga membutuhkan sumber daya manusia untuk mendukung sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Baca Juga: HP EliteBook 8 G1i AI PC, Laptop Bisnis Premium HP dengan Keamanan dan Mobilitas Tinggi

Johan mengungkapkan, kebutuhan wali asrama menjadi perhatian penting karena mereka akan bertugas mengawasi aktivitas siswa selama 24 jam.

Namun, karena proses pengadaan PPPK masih berjalan, pihak sekolah memanfaatkan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai pelaksana tugas sementara.

Menurutnya, keberadaan wali asrama tidak hanya bertugas menjaga kedisiplinan, tetapi juga mendampingi kehidupan sehari-hari siswa yang tinggal di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Police Goes to School di Blitar, Polisi Ajak Siswa Baru Cegah Bullying dan Disiplin Sejak Hari Pertama Sekolah

Oleh sebab itu, kebutuhan tenaga tersebut harus segera dipenuhi meskipun masih bersifat sementara.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi paling realistis agar seluruh sistem pendidikan di Sekolah Rakyat dapat berjalan sejak awal operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada para siswa.

Di sisi lain, Sekolah Rakyat Kota Blitar dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.

Baca Juga: Regrouping Sekolah di Kota Blitar Belum Jadi Prioritas, Dispendik Fokus Evaluasi Mutu Pascapelaksanaan SPMB 2026

Jadwal tersebut mengalami penyesuaian dari rencana semula karena pembangunan fisik sekolah masih terus diselesaikan.

Hingga pertengahan Juli, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai lebih dari 85 persen.

Manajemen sekolah juga masih berupaya memenuhi kuota peserta didik angkatan pertama.

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Jam Berangkat Sekolah, Polisi Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Nglegok

 Targetnya, terdapat 270 siswa yang akan diterima dengan pembagian masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Selain menerima siswa reguler, Sekolah Rakyat Kota Blitar juga akan menampung sekitar 150 siswa titipan dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) wilayah Malang dan Kota Batu selama pelaksanaan MPLS.

Kehadiran siswa tersebut menjadi bagian dari persiapan awal operasional sebelum seluruh layanan pendidikan berjalan secara penuh.

Baca Juga: Murid Baru SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Hanya 5 Orang, Kalah Saing dengan Sekolah Lain tapi MPLS Tetap Berjalan Normal

Dengan dukungan guru tamu, tenaga pendamping PKH sebagai wali asrama, serta pembangunan yang hampir rampung, Sekolah Rakyat Kota Blitar optimistis dapat memulai tahun ajaran baru sesuai jadwal.

Setelah pengumuman PPPK Kemensos pada September mendatang, kebutuhan tenaga pendidik diharapkan dapat terpenuhi secara permanen sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih optimal. (mg1/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
MPLS 2026 sekolah rakyat kota blitar Guru Tamu guru pppk kemensos