Lima Siswa SMKN 1 Kademangan Blitar Borong Beasiswa Petani Muda saat Ikuti Petro Agrifood Expo 2026

Noormalady Usman • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:00 WIB
SMKN 1 KADEMANGAN UNTUK RADAR BLITAR
WUJUD KETEKUNAN: Para siswa SMKN 1 Kademangan berhasil memperoleh beasiswa petani muda usai mengikuti Petro Agrifood Expo 2026 yang digelar oleh PT Petrokimia Gresik (Persero).
SMKN 1 KADEMANGAN UNTUK RADAR BLITAR WUJUD KETEKUNAN: Para siswa SMKN 1 Kademangan berhasil memperoleh beasiswa petani muda usai mengikuti Petro Agrifood Expo 2026 yang digelar oleh PT Petrokimia Gresik (Persero).

 

BLITAR KAWENTAR - Di tengah ingar-bingar Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 yang digelar PT Petrokimia Gresik di Kebun Percobaan (Buncob), Gresik, selama tiga hari (25–27 Juli), satu stan menjadi pusat perhatian pengunjung.

Bukan stan pameran teknologi canggih atau produk pupuk terbaru, melainkan stan milik SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, yang memamerkan bawang merah berukuran jumbo hasil dari sistem irigasi sprinkler modern.

Bawang merah sebesar kepalan tangan orang dewasa itu menjadi bukti nyata bahwa pertanian modern berbasis teknologi mampu melampaui hasil konvensional. Dan di balik kesuksesan itu, ada cerita panjang kolaborasi antara SMKN 1 Kademangan dengan PT Petrokimia Gresik yang patut diacungi jempol.

Baca Juga: Ulas iPhone 17 Pro Usai Pemakaian Berpekan-pekan: Bodi Ringkas Adem, Baterai Bertenaga

Prestasi ini berawal dari keberhasilan SMKN 1 Kademangan meraih Juara 1 Kategori School Lab Farming dalam ajang Harvestion (Harvest and Innovation) 2025 yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Dari hasil penilaian dewan juri, konsep manajemen laboratorium pertanian SMKN 1 Kademangan dinilai paling unggul, terintegrasi, dan relevan dengan praktik industri saat ini.

Atas prestasi tersebut, sekolah yang dinobatkan sebagai SMK Pusat Keunggulan ini menerima bantuan senilai Rp 80 juta dalam bentuk pupuk dan pengadaan sarana praktik pertanian. Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan sistem irigasi sprinkler untuk budi daya bawang merah seluas 1.500 meter persegi.

Hasilnya? Bawang merah dengan ukuran super besar yang kini dipamerkan di PAE 2026.

Baca Juga: Review iPhone 17 Pro Indonesia: Cek Harga, Performa Chip A19 Pro, dan Daya Tahan Baterai

Kepala SMKN 1 Kademangan, Hadi Sucipto, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. "Ini adalah hasil kerja keras guru dan siswa kami. Dukungan penuh dari Petrokimia Gresik dan grupnya melalui sistem irigasi modern terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Kehadiran SMKN 1 Kademangan di PAE 2026 juga mendapat perhatian khusus dari jajaran komisaris Petrokimia Gresik. Komisaris Petrokimia Gresik, Luluk Nur Hamidah, secara khusus mengunjungi stan pameran SMKN 1 Kademangan dan memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian sekolah tersebut.

"Saya sangat terkesan dengan hasil panen bawang merah yang dipamerkan. Ini membuktikan bahwa SMKN 1 Kademangan adalah mitra strategis kami dalam mencetak generasi petani muda yang melek teknologi," ujar Luluk Nur Hamidah saat berbincang dengan tim Jawa Pos Radar Blitar di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen Petrokimia Gresik sejak 30 Juni 2025 itu menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung sekolah-sekolah vokasi pertanian.

Baca Juga: Review Xiaomi 17 Indonesia: HP Compact Flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Kamera Leica

"Kami melihat SMKN 1 Kademangan sebagai lokomotif modernisasi pertanian di daerah. Keberhasilan mereka menerapkan irigasi sprinkler harus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain," tegasnya.

Namun, kebanggaan SMKN 1 Kademangan di PAE 2026 tidak berhenti pada pameran hasil pertanian. Dalam program Beasiswa Petani Muda 2026 yang diselenggarakan Petrokimia Gresik, sebanyak 5 siswa SMKN 1 Kademangan berhasil lolos seleksi dan menerima beasiswa. Jumlah ini menjadikan SMKN 1 Kademangan sebagai sekolah dengan penerima beasiswa terbanyak di antara 28 SMK pertanian se-Jawa Timur yang mengikuti program tersebut.

Program Beasiswa Petani Muda sendiri merupakan inisiatif rutin Petrokimia Gresik yang memberikan uang pendidikan Rp 500.000 per bulan selama setahun atau total Rp 6 juta per orang. Seleksi dilakukan secara ketat melalui tahapan administrasi, penulisan esai bertema "Bertani untuk Masa Depan Negeri: Pilihan Berani Generasi Z Menjadi Agripreneur Sejati", serta ujian kemampuan dasar secara daring.

Baca Juga: Review Xiaomi 17 Indonesia: HP Compact Flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Kamera Leica

Salah satu momen paling membanggakan terjadi saat pengumuman penerima beasiswa. Nasya Lalita Belbina, siswi kelas XII ATPH 2 SMKN 1 Kademangan, berhasil meraih penghargaan khusus sebagai peraih nilai tertinggi dalam seleksi Beasiswa Petani Muda 2026 di antara seluruh peserta dari 28 SMK se-Jawa Timur.
Gadis asal Blitar itu tampak haru saat menerima penghargaan dari jajaran direksi Petrokimia Gresik.

"Saya sangat bersyukur dan terharu. Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga pengakuan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memajukan pertanian Indonesia," ujar Nasya dengan mata berkaca-kaca.

Nasya mengaku terinspirasi untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pertanian. "Saya bertekad untuk terus belajar dan membuktikan bahwa bertani adalah pilihan keren untuk masa depan," tambahnya.

Baca Juga: Masih Layak di 2026? Ini Plus Minus iPhone XS Max Bekas Seharga Rp 3 Jutaan

Keberhasilan SMKN 1 Kademangan meraih berbagai prestasi di PAE 2026 tidak lepas dari peran guru-guru pembimbing. Yustinanda Rahma Dewi, guru pembimbing School Lab Farming, mengungkapkan bahwa kunci sukses adalah kolaborasi erat antara kurikulum TEFA (Teaching Factory) dengan praktik nyata di laboratorium pertanian.

"Kami tidak hanya mengajar, tetapi kami menjalankan laboratorium ini sebagai unit bisnis yang efisien. Prestasi ini adalah hasil dari komitmen seluruh tim untuk menjadikan lab kami sebagai model bagi sekolah vokasi lain," tuturnya.

Petro Agrifood Expo 2026 sendiri merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Petrokimia Gresik yang ke-54. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, dalam sambutannya menegaskan bahwa PAE menjadi media perusahaan dalam memberikan customer experience kepada masyarakat sekaligus menjadi magnet bagi generasi muda untuk turut mengembangkan sektor pertanian.

"Semua negara pasti memiliki kebutuhan pangan. Teknologi semaju apa pun, pangan menjadi dasar. Mudah-mudahan PAE mengedukasi masyarakat sehingga ke depannya pertanian kita semakin maju lagi," ujar Daconi.

Dalam tiga hari pelaksanaan, PAE 2026 diramaikan oleh 57 stan bazar yang terdiri dari Pupuk Indonesia Group, perusahaan swasta agribisnis, produk unggulan petani binaan, dinas pertanian, dan entitas Petrokimia Gresik Group.

Baca Juga: Game Literasi Tiga Kembara Kelana Antar Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Inovator Terbaik EJIES 2025, Cara Unik Tingkatkan Minat Baca Siswa

Keberhasilan SMKN 1 Kademangan memboyong segudang prestasi dari PAE 2026—mulai dari pameran bawang merah raksasa, apresiasi langsung dari komisaris Petrokimia Gresik, hingga 5 beasiswa dengan satu peraih nilai tertinggi—sekali lagi membuktikan bahwa sekolah vokasi asal Blitar mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

Sebagaimana diketahui, SMKN 1 Kademangan telah beberapa kali menjalin kerja sama dengan Jawa Pos Radar Blitar, termasuk dalam kegiatan sharing ilmu jurnalistik.

Kini, sekolah yang berlokasi di Jalan Sadewo Nomor 1, Kademangan, Kabupaten Blitar, itu semakin mengukuhkan posisinya sebagai SMK Pusat Keunggulan dan mitra strategis industri dalam mencetak generasi petani muda yang inovatif dan kompeten. Dengan dukungan penuh dari Petrokimia Gresik dan grupnya, masa depan pertanian Indonesia, setidaknya dari Blitar, tampak cerah.(*/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 Bawang merah jumbo PT Petrokimia Gresik siswa smkn 1 kademangan