BLITAR - BINUS Online menjadi salah satu pilihan pendidikan modern yang memungkinkan mahasiswa tetap kuliah meski memiliki kesibukan pekerjaan. Hal itu dibuktikan oleh aktris Nasya Marcella yang mampu menjalani perkuliahan sambil tetap aktif di dunia hiburan.
Dalam sebuah perbincangan bersama Prof. Har dari BINUS Online, Nasya menceritakan pengalamannya selama dua tahun mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh. Ia mengaku memilih kuliah karena ingin menambah ilmu, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih luas.
Nasya yang kini berada di semester empat Program Studi Bisnis Manajemen mengatakan dunia entertainment memiliki tantangan tersendiri. Persaingan yang semakin tinggi membuatnya ingin memiliki keahlian lain di luar dunia seni peran.
Baca Juga: BINUS Online Jadi Pilihan Nasya Marcella, Ungkap Alasan Tinggalkan Sinetron Demi Kuliah dan Bisnis
Nasya Marcella Pilih Kuliah Demi Masa Depan
Menurut Nasya, keputusan untuk kembali menempuh pendidikan bukan karena tuntutan, melainkan keinginan pribadi untuk berkembang.
Ia menyadari karier di industri hiburan tidak selalu berjalan stabil. Banyak pendatang baru dengan berbagai kemampuan yang membuat persaingan semakin ketat.
Karena itu, Nasya memilih memperkuat dirinya melalui pendidikan. Ia ingin memiliki bekal bisnis dan manajemen yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun rencana karier ke depan.
Selain itu, ia juga memiliki impian menjadi seorang entrepreneur. Sebelumnya, Nasya pernah mencoba membangun bisnis kecil seperti produk bulu mata dan perhiasan. Namun, usaha tersebut belum berjalan maksimal karena saat itu ia belum memiliki pengetahuan bisnis yang cukup.
Setelah mempelajari bisnis manajemen, ia mulai memahami pentingnya strategi, pemasaran, keuangan, hingga perencanaan usaha.
Sistem BINUS Online Sesuai untuk Profesional
Prof. Har menjelaskan bahwa BINUS Online memang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang memiliki aktivitas lain.
Sistem pembelajaran jarak jauh ini tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja kantoran, tetapi juga cocok untuk berbagai profesi dengan jadwal tidak menentu seperti pekerja kreatif, pilot, pramugari, hingga pekerja lapangan.
Menurutnya, konsep utama BINUS Online adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengatur proses belajar sesuai kemampuan waktu masing-masing.
Mahasiswa tetap mendapatkan materi lengkap, mengikuti diskusi, mengerjakan tugas, hingga menjalani evaluasi seperti mahasiswa reguler.
Perbedaannya, seluruh proses dilakukan melalui teknologi digital sehingga mahasiswa tidak harus selalu hadir secara fisik di kampus.
Belajar Online Tetap Ada Interaksi dengan Dosen
Meski dilakukan secara daring, BINUS Online tetap menghadirkan interaksi antara mahasiswa dan dosen.
Prof. Har menjelaskan terdapat dua metode pembelajaran, yakni sinkronus dan asinkronus. Pembelajaran sinkronus dilakukan melalui video conference dengan jadwal tertentu, sementara asinkronus memungkinkan mahasiswa belajar mandiri melalui sistem pembelajaran online.
Materi kuliah sudah tersedia dalam berbagai bentuk seperti video, presentasi, catatan kuliah, dan bahan bacaan. Mahasiswa juga mengikuti forum diskusi yang menjadi ruang bertukar pendapat dengan dosen maupun teman sekelas.
Nasya mengaku awalnya cukup tertantang karena harus membangun komunikasi dengan teman kelompok yang belum pernah ditemui secara langsung.
Namun, melalui grup komunikasi dan pembagian tugas yang jelas, kerja sama tetap dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada sistem online, melainkan menjaga komunikasi dan komitmen setiap anggota kelompok agar tugas selesai tepat waktu.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, Sandiaga Uno Bongkar Perbedaan Budaya Birokrasi dan Dunia Bisnis
Ujian Online Menggunakan Sistem Pengawasan Digital
Salah satu hal yang menarik dari BINUS Online adalah sistem ujian yang menggunakan teknologi pengawasan digital.
Prof. Har mengatakan ujian online tetap memiliki aturan ketat untuk menjaga kejujuran akademik. Mahasiswa harus mengaktifkan kamera dan mengikuti proses ujian dengan sistem pemantauan.
Teknologi tersebut dapat mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak wajar, seperti perubahan arah pandangan atau adanya aktivitas lain di sekitar peserta.
Namun, pihak kampus tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memberikan keputusan.
Hal tersebut dilakukan agar sistem tetap adil dan mahasiswa yang benar-benar melakukan pelanggaran dapat diberikan sanksi sesuai aturan.
BINUS Online Dorong Pemanfaatan Teknologi AI
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Prof. Har mengatakan BINUS Online tidak menutup penggunaan teknologi seperti ChatGPT.
Sebaliknya, mahasiswa diberikan pemahaman tentang bagaimana menggunakan AI secara efektif dan bertanggung jawab.
Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat pendukung yang membantu mahasiswa mencari informasi, mempercepat pekerjaan, dan memperluas wawasan.
Namun, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi hal utama. Mahasiswa tidak boleh hanya bergantung pada teknologi tanpa memahami informasi yang digunakan.
Karena itu, model pembelajaran mulai lebih banyak menilai kemampuan analisis, pengalaman, serta penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
Kuliah Online Bukan Sekadar Mengejar Ijazah
Prof. Har menegaskan tujuan kuliah bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi meningkatkan kemampuan dan membuka peluang baru.
Melalui BINUS Online, mahasiswa dapat memperluas jaringan karena bertemu dengan berbagai latar belakang, mulai dari pekerja profesional hingga pelaku bisnis.
Nasya sendiri merasa pengalaman kuliah online memberikan banyak manfaat. Selain mendapatkan ilmu bisnis, ia juga belajar mengatur waktu, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap target akademik.
Menurutnya, kuliah tetap relevan di tengah banyaknya sumber belajar gratis seperti YouTube karena pendidikan formal memberikan struktur, bimbingan, serta validasi kemampuan.
Dengan konsep fleksibel dan dukungan teknologi, BINUS Online menjadi pilihan bagi mereka yang ingin terus belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun impian yang sedang dibangun.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Raditya Dika