Fenomena Sebagian Orang Tua Enggan Masukkan Anak ke TK Demi Pilih Langsung ke SD, Begini Respon Dispendik Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:33 WIB
Seorang guru menyambut siswa baru di salah satu SD di Kota Blitar.
Seorang guru menyambut siswa baru di salah satu SD di Kota Blitar.

 

BLITAR KAWENTAR - Pilihan orang tua memasukkan anak langsung ke sekolah dasar (SD) tanpa melalui taman kanak-kanak (TK) masih ditemukan di Kota Blitar. Meski jumlahnya relatif sedikit, Dinas Pendidikan menilai tahapan prasekolah tetap penting untuk membantu anak beradaptasi sebelum masuk pendidikan dasar.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Blitar Jaiz Alwi mengatakan, TK menjadi salah satu tahap untuk mengenalkan anak pada lingkungan dan pola belajar sebelum memasuki SD.

“Untuk persiapan sekolah dasar, di TK itu sudah diajarkan dasar-dasar yang akan mempermudah atau mengantarkan pemahaman anak ketika di SD,” kata Jaiz.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Pelajar 2026 Mulai Rp3 Jutaan, Ada yang Pakai Layar IPS Full HD dan Core i5

Menurut dia, pembelajaran di TK tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Anak juga mulai belajar mengikuti aturan, berinteraksi dengan teman, serta menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar yang terstruktur. “Memang ada transisi. Jadi sebelum masuk SD, anak perlu dipersiapkan dulu. Itu yang menjadi salah satu fungsi pendidikan di TK,” ujarnya.

Jaiz mengakui masih ada orang tua yang memilih langsung memasukkan anak ke SD. Namun, fenomena tersebut tidak banyak terjadi di Kota Blitar. “Ya ada, tapi kalau di Kota Blitar sedikit yang langsung ke SD,” jelasnya.

Dia menyebut usia sekitar 4 sampai 6 tahun merupakan rentang usia yang umumnya digunakan untuk mengikuti pendidikan TK. Tahapan tersebut juga semakin mendapat perhatian seiring kebijakan wajib belajar 13 tahun yang memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah. “Yang satu tahun adalah prasekolah. Kemudian TK satu tahun, SD enam tahun, SMP tiga tahun, dan SMA tiga tahun. Itu 13 tahun,” kata Jaiz.

Baca Juga: Infinix Note 50 Pro Masih Sulit Tergantikan, Desain Premium dan Layar 144 Hz Bikin Enggan Ganti HP

Program tersebut membuat pendidikan prasekolah tidak lagi hanya dipandang sebagai pilihan tambahan sebelum SD. Tahap tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendidikan yang perlu dipersiapkan agar anak tidak langsung menghadapi tuntutan pembelajaran SD tanpa masa transisi.

Di Kota Blitar, pendidikan TK juga masih menjadi bagian dari layanan pendidikan yang cukup banyak diakses masyarakat. Pada tahun ajaran baru, 17 TK Negeri menyediakan 33 rombongan belajar yang terisi sekitar 420 siswa.

Jaiz mengatakan, pemerintah juga masih melakukan penambahan sarana di sejumlah TK. Di TK Negeri Sukorejo dan TK Negeri Klampok, misalnya, terdapat pekerjaan penambahan ruang kelas yang mulai dikerjakan pada Juli dan ditargetkan selesai sekitar tiga bulan.

Sementara itu, relokasi dilakukan pada TK Negeri Blitar dan TK Negeri Banjarsari Kidul. Untuk TK Negeri Blitar, perpindahan sudah selesai dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru. Sedangkan di Banjarsari Kidul, pekerjaan tahap awal telah rampung, tetapi masih membutuhkan penyempurnaan seperti pagar dan perapian paving.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Cetak Comeback Sensasional di Moto3 Jerman, Dani Pedrosa Sebut Mentalnya Kelas Dunia

“Yang pokok-pokok dulu kita kejar. Ternyata untuk kenyamanan masih belum tuntas, sehingga harapannya nanti ada tambahan untuk penyempurnaan,” pungkasnya.(bud/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
prasekolah pendidikan dasar tk sd negeri dispendik kota blitar