Sekolah Rakyat Kota Blitar Belum Mulai Belajar, Sekitar 200 Calon Siswa Masih Diverifikasi dan Masuk Tunggu Pembersihan Material

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Sejumlah calon siswa dan orang tua meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Kota Blitar jelang dimulainya pembelajaran.
Sejumlah calon siswa dan orang tua meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Kota Blitar jelang dimulainya pembelajaran.

 

BLITAR KAWENTAR – Proses pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar masih belum dimulai.

Pemerintah Kota Blitar memutuskan menunda kegiatan belajar mengajar karena lingkungan sekolah masih menjalani proses pembersihan material sisa pembangunan.

Di sisi lain, proses verifikasi calon siswa juga terus berlangsung dengan sekitar 200 anak telah menjalani verifikasi lapangan.

Baca Juga: SD Islam Kota Blitar Masuk Jajaran SD Terbaik Se-Jatim hingga Lima Siswa Lolos O2SN Jadi Kado Dies Maulidiyah Ke-26

Penundaan pembelajaran dilakukan agar seluruh siswa dapat belajar dalam kondisi yang aman, nyaman, dan sehat.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu proyek strategis pemerintah yang dipersiapkan untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat, sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas sebelum aktivitas belajar dimulai.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan para siswa yang telah dinyatakan terdaftar sebenarnya sudah tidak sabar untuk memasuki hari pertama sekolah. Namun, pemerintah daerah memilih menunggu seluruh area sekolah benar-benar bersih dari material pembangunan.

Baca Juga: Tiga Pelajar SMK Blitar Boyong Tiga Medali di LKS Dikmen Nasional 2026, Cabdindik: Ini Prestasi Membanggakan dan Bukti Kerja Keras

"Menunggu pembersihan material selesai agar siswa SR lebih nyaman dan terjaga kesehatannya. Demi kenyamanan, keamanan, dan kesehatan anak-anak, diputuskan ditunda dulu sampai kondisinya lebih bersih," ujarnya.

Menurut Eka, keputusan menunda kegiatan belajar bukan tanpa alasan. Lingkungan sekolah harus dipastikan steril dari sisa material pembangunan sehingga tidak membahayakan siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Ia mengungkapkan, sejumlah orang tua sempat mempertanyakan alasan mundurnya jadwal masuk sekolah yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Juli.

Meski demikian, pemerintah memastikan keputusan tersebut diambil demi memberikan lingkungan belajar yang lebih layak bagi seluruh peserta didik.

"Ditunda dulu masuk sekolahnya, biar lebih rapi dulu dan benar-benar bersih, sehingga siswa-siswi merasa sangat nyaman," katanya.

Dengan selesainya proses pembersihan nantinya, diharapkan seluruh aktivitas pembelajaran dapat berjalan lebih optimal tanpa mengganggu kenyamanan maupun kesehatan siswa.

Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Format Baru Pertunjukkan BEN Carnival 2026, Salah Satunya Tentang Ini

Selain menunggu kesiapan bangunan sekolah, Dinsos Kota Blitar juga masih melakukan verifikasi terhadap calon siswa. Hingga saat ini sekitar 200 anak telah mengikuti proses verifikasi lapangan.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.

Pemerintah daerah terus melakukan verifikasi agar data peserta didik benar-benar sesuai dengan ketentuan sebelum pembelajaran dimulai.

Baca Juga: Hyundai Stargazer X Cartenz 2025 Resmi Meluncur, Fitur Makin Lengkap tapi Harga Tembus Rp391,9 Juta

"Alhamdulillah ada sekitar 200 anak, dan masih akan bertambah, untuk proses verifikasi lapangan," jelas Eka.

Verifikasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan calon peserta didik yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Meski proses belajar mengajar masih menunggu jadwal resmi, berbagai kebutuhan siswa sebenarnya telah dipersiapkan.

Baca Juga: Ratusan Reklame Liar Rusak Estetika Kota Blitar, Satpol PP Turun Lapangan Tertibkan

Pemerintah Kota Blitar memastikan seluruh perlengkapan utama sudah tersedia dan tinggal didistribusikan kepada siswa setelah jadwal masuk sekolah ditetapkan.

Perlengkapan yang telah disiapkan meliputi seragam sekolah, alat kebersihan diri, hingga kebutuhan pendukung lainnya.

Seluruh barang tersebut telah berada di gudang sehingga hanya menunggu proses pembagian kepada para siswa.

Baca Juga: Potensi Kopi Arabika Masih Cerah, Petani Bandung Ini Berhasil Ekspor hingga Jepang dan Jerman

"Nanti seragam, alat kebersihan diri, dan lainnya sudah disiapkan. Tinggal membagikan saja kepada para siswa," pungkas Eka.

Dengan kesiapan perlengkapan tersebut, pemerintah berharap proses belajar di Sekolah Rakyat Kota Blitar dapat segera dimulai setelah lingkungan sekolah dinyatakan bersih dan aman.

Selain itu, proses verifikasi calon siswa juga diharapkan segera rampung sehingga seluruh peserta didik yang memenuhi syarat dapat mengikuti kegiatan belajar sejak hari pertama pembukaan sekolah. (bud/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
sekolah rakyat kota blitar Verifikasi Siswa SR Pembersihan Material Sekolah Eka Atikahv dinsos kota blitar