MANADO – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dengan tuntutan agar proses pemilihan rektor baru segera dilakukan dan perpanjangan jabatan rektor sebelumnya dicabut.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang untuk membangun kebudayaan, riset, serta perkembangan teknologi manusia. Mereka menilai persoalan kepemimpinan kampus saat ini perlu segera diselesaikan demi keberlangsungan dunia pendidikan.
Soroti Perpanjangan Jabatan Rektor
Perwakilan mahasiswa menyebut aksi ini berkaitan dengan keputusan perpanjangan jabatan rektor sebelumnya yang dinilai menimbulkan persoalan. Mereka mempertanyakan kewenangan rektor yang masih menjalankan tugas meski masa jabatan sebelumnya telah berakhir.
Baca Juga: Laporan Samanhudi Anwar Masuk Penyelidikan, Polisi Dalami Konten Akun Medsos
Mahasiswa juga menilai kondisi tersebut berisiko terhadap tata kelola kampus karena rektor masih melakukan pengangkatan maupun pengelolaan jabatan struktural di lingkungan universitas.
Tuntut Pemilihan Rektor Segera Dilaksanakan
Selain meminta pencabutan surat perpanjangan jabatan rektor, mahasiswa mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi untuk segera melaksanakan pemilihan rektor baru.
Mereka menyebut sebelumnya telah ada janji dari pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mempercepat proses pemilihan, namun hingga aksi berlangsung tuntutan tersebut belum terealisasi.
Mahasiswa juga menyinggung status pemeriksaan yang melibatkan rektor sebelumnya terkait dugaan kasus korupsi. Mereka menilai pemimpin perguruan tinggi seharusnya tidak berada dalam kondisi yang dapat menimbulkan keraguan terhadap tata kelola institusi pendidikan.
Proses Pemilihan Rektor Sempat Terhenti
Sementara itu, pihak kampus menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor sebelumnya memang sempat dihentikan karena adanya pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal.
Pemeriksaan tersebut menyebabkan proses pemilihan rektor yang berlangsung sejak Maret hingga Juli harus dihentikan dan kemudian diarahkan untuk dilakukan pemilihan ulang.
Pihak terkait menyebut surat mengenai pelaksanaan pemilihan ulang telah disampaikan kepada senat universitas pada Juni. Proses selanjutnya masih menunggu tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.
Mahasiswa berharap tuntutan mereka dapat segera ditindaklanjuti agar kepastian kepemimpinan Universitas Sam Ratulangi dapat segera terwujud.
Source yt Warta Kota
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo