BLITAR KAWENTAR - Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan 17 Agustus 2026 ini menjadi semangat perjuangan pendidikan merdeka yang berdampak bagi Dr Supriyono, terlebih setelah dilantik sebagai Plt. Rektor Universitas Islam Balitar (Unisba) untuk misi transformasi Unisba menjadi universitas berintegritas, unggul, dan berdampak. Sejak 2012 silam, sepulang dari khidmat berkarya di perusahaan tambang multinasional terbesar di dunia (PT Freeport Indonesia). Pak Pri-begitulah Dr Supriyono akrab disapa, menapaki kembali perjalanan akademik dan kepemimpinan pendidikan yang konsisten.
Dimulai sebagai dosen Pendidikan Bahasa Inggris, kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (2013–2015), sebelum naik ke jajaran pimpinan sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi (2015–2018), Wakil Rektor III Bidang Kewirausahaan dan Kerja Sama (2019–2021), Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama, Kewirausahaan, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Nilai Islami (2022–2026), hingga kini menjabat Plt. Rektor UNISBA Blitar (2026).
Dari ruang kelas ke ruang rapat, hingga arena wirausaha mikro, kecil, dan menengah, serta organisasi kemasyarakatan. Dia menyalakan semangat bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat lahirnya wirausaha muda dan pemimpin masa depan.
Baca Juga: Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MTsN 6 Blitar Berlangsung Khidmat
Pak Pri berkontribusi besar dalam membangun visi besar Unisba menjadi perguruan tinggi (PT) unggul, entrepreneurial university yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dengan tagline The Real Entrepreneurial University. Visi ini tidak hanya menempatkan Unisba sebagai pusat pengembangan ilmu generasi akademis sebagai ilmuwan, inovator, dan peneliti, tetapi juga sebagai profesional dan entrepreneur. Akar budaya nilai-nilai luhur yang senafas dengan nilai-nilai Islami diintegrasikan di dalam kehidupan akademik dan nonakademik yang didorong untuk menjiwai visi ini sehingga bisa menghasilkan lulusan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, profesional, dan mandiri.
Kemampuan akademis dan profesional mahasiswa dikembangkan melalui program pendidikan akademis bekerja sama dengan berbagai PT di dalam dan di luar negeri, dunia usaha dan industri, serta lembaga-lembaga pemerintah dan nonpemerintah. Mahasiswa didorong untuk berani berwirausaha melalui program Pendidikan Kewirausahaan dan Students Enterprise, berjejaring dengan berbagai komunitas wirausaha, UMKM, dan lembaga bisnis seperti Komunitas Sedulur UKM Blitar Raya, PERTAKINA, Rumah BUMN, IIBF, Komunitas TDA, HIPMI, KADIN, Ganesh Management, APIK, BUMTREN APIK, komunitas wirausaha pesantren, dan berbagai mitra profesional dalam dan luar negeri. Hingga memiliki mitra perguruan tinggi di luar negeri di antaranya meliputi perguruan tinggi di Thailand, Malaysia, India, dan Australia. “Belajar itu bukan hanya teori, tetapi juga praktik nyata yang mengubah hidup dan berdampak bagi kehidupan masyarakat,” perinsipnya.
Baca Juga: Kuliner Malang 2026 Ini 10 Makanan Legendaris yang Bikin Wisatawan Ingin Balik Lagi
Pak Pri juga mewakili kampus berkiprah pada organisasi-organisasi pendidikan tinggi, di antaranya sebagai pengurus APTISI, BAPOMI Jawa Timur, anggota BPSMI, pengurus Forsiladi DPW Jawa Timur. Dalam bidang kewirausahaan, dia berkiprah dalam organisasi kewirausahaan sebagai pengurus APIK, BUMTREN APIK, pengurus DPD HIPPI. Di bidang kemasyarakatan, dia juga aktif sebagai pengurus IPHI Blitar, MUI Blitar, LAKPESDAM NU, dan Dewan Pendidikan Kota Blitar.
Selain itu, dia juga berkontribusi untuk membangun ekosistem kewirausahaan Unisba dengan turut merancang Pendidikan Kewirausahaan, Entrepreneurial Learning and Career Center (ELCC), dan Halal Center. Saat ini, dia juga berperan sebagai project director kerja sama digital halal ecosystem antara Unisba Blitar dan Serunai Malaysia. Dia juga aktif melakukan pendampingan di pondok-pondok pesantren, proyek terkininya adalah membangun ekosistem wirausaha pesantren yang meliputi pengembangan komunitas wirausaha pesantren menjadi Santripreneur Enterprise dan Pusat Inkubasi Bisnis Santripreneur (Center of Santripreneur Business Incubator) Pondok Pesantren As-Syuja’iyah Kabupaten Blitar. “Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan harus berpadu dengan workability (kemampuan kerja nyata), entrepreneurial-ability (kemampuan profesional dan entrepreneur), spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas pria ramah ini.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Kian Populer, Ruang Publik Gratis dengan Panorama Sungai dan Jembatan Ikonik
Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara mandiri, dia telah mendirikan G*GOLD Indonesia yang telah melatih konsep G*GOLD Way 165 kepada berbagai audiens dari berbagai profesi yang telah mencapai lebih dari 20.000 orang sejak tahun 2010. Konsep ini memungkinkan seseorang untuk mengenali keagungan dirinya dan orang lain (Greatness), melentingkan keagungannya dengan konsep syukur dan kolaborasi (gratitude), berkarya dengan ketaatan pada aturan dan komitmen (obedience), memimpin dan mengikuti dengan konsep cinta kasih (love), dan mencapai tujuan bersama dengan disiplin (discipline) sehingga menjadi pribadi bintang yang Ihsan, berkeyakinan yang berbasis rukun iman, dan berstrategi dalam berkarya dengan prinsip rukun Islam.
Sebelum kembali ke Blitar dan mengabdi di Unisba, Pak Pri punya pengalaman panjang baik di dunia pendidikan maupun industri. Dia mengabdi pada pengembangan SDM dan pendidikan di PT Freeport Indonesia selma 15 tahun. Dia memulai kariernya di perusahaan tambang ini pada 1997 sebagai konsultan di bawah bendera PT Muladaya Adi Pratama, Jakarta untuk PT Freeport Indonesia dalam bidang language dan cross-cultural training. Setahun kemudian menjadi management trainer di bawah bendera PT Patriatek Bhineka Pratama Jakarta untuk PT Freeport Indonesia, hingga kemudian menjadi karyawan organic di perusahaan tambang raksasa itu.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Surabaya 2026, 10 Makanan Legendaris yang Bikin Nagih
“Di perusahaan ini , saya bukan hanya mendapatkan training and development di dalam dan di luar negeri, tetapi juga tersertifikasi dalam berbagai keahlian seperti safety, health, and environment, berbagai sertifikasi ISO, dan tersertifikasi sebagai pengawas tambang Madya,” terangnya.
Sebelum berkarya di PT Freeport Indonesia, dia adalah dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP PGRI Malang (sekarang UNIKAMA) pada 1991-1997. Sebelumnya juga sempat berkontribusi mendirikan STIBA Kanjuruhan dan didapuk menjadi Wakil Ketua 1 Bidang Akademik.
Kiprahnya di dunia pendidikan ini bukan bermula dari IKIP PGRI Malang, tetapi jauh sebelum itu ia sudah berkiprah sebagai guru di madrasah (MI dan MTs Al Muslihun Karangsono, Blitar), SMP PGRI 22 Sutojayan, Blitar, serta les privat.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Jadi Destinasi Wisata Gratis, Nikmati Panorama Sungai dan Jembatan Bersejarah
Jiwa kemandirian (entrepreneurial)-nya tumbuh sejak kecil. Saat belia, di bangku sekolah dasar di Ngebel, Ponorogo, selain turut melakukan gotong royong, ia juga mengumpulkan batu dan turut mengangkut kayu yang dijual untuk pembangunan SD Inpres. Dari sini dia mendapatkan uang saku dari kerjanya. Saat belajar di SMP, dia meracik es lilin di pabrik es lilin di kawasan Brubuh, Sutojayan, dan menjajakan keliling di kawasan Kanigoro, ini untuk mendapatkan uang biaya sekolah.
Saat kuliah di Fakultas Pertanian UNTAG 1945 Banyuwangi, dia mengelola kebun dan menjual pisang tanduk, palm, turi, dan bahkan menjadi tengkulak ayam kampung untuk dikirim ke Bali. Saat kembali ke Blitar untuk kuliah Bahasa Inggris di STKIP PGRI Blitar, dia meneruskan mengajar dan membuat les bahasa Inggris sembari menjadi penulis di Majalah Hello, Semarang. “Saat kuliah S1 di IKIP Malang, saya pulang-pergi Blitar–Malang, karena pagi kuliah, sore sampai malam mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Blitar. Begitu juga pada saat ia kuliah S2 di Melbourne maupun S3 di Universitas Negeri Malang, tidak ada hari tanpa bekerja dan belajar,” ungkapnya.
Selain menerbitkan buku-buku antologi puisi dan cerpen, karya musikal ini bergerak jauh lebih cepat, yang sekarang sudah mencapai 162 Puisi Musikal yang dapat dinikmati dalam channel You Tube https://www.youtube.com/@yonsupriyono.
Kini, dengan pengalaman lintas negara, lintas sektor, dan lintas peran, Dr Supriyono dikenal sebagai sosok yang memadukan entrepreneurial vision, prophetic values, dan educational leadership. Dedikasi seumur hidupnya adalah membangun manusia merdeka — berkarakter, berdaya saing, dan beriman — sesuai dengan semangat Merdeka Pendidikan. Baginya, “Belajar bukan hanya teori, tetapi praktik nyata yang mengubah hidup.”, “Entrepreneurial University adalah jembatan antara ilmu, iman, dan usaha.”, dan “Dedikasi saya adalah membangun manusia seutuhnya: berkarakter, berdaya saing, dan beriman”.(*/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah