BLITAR KAWENTAR - Semangat baru untuk mencetak generasi unggul dari keluarga prasejahtera di Kota Blitar kini resmi bergema. Wali Kota Syauqul Muhibbin secara resmi membuka Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Blitar yang berlokasi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Sabtu (15/8/2026).
Peresmian ini menandai babak baru bagi ratusan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Bumi Bung Karno untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas setara internasional.
Suasana peresmian berlangsung khidmat sekaligus meriah. Sebelum prosesi simbolis pembukaan, para tamu undangan yang hadir, termasuk Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, Kapolres Blitar AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim, serta Kepala SR Johan Argono disuguhi penampilan memukau dari para siswa.
Beragam pertunjukan seperti drama, paduan suara, hingga kemampuan storytelling dalam berbagai bahasa asing disuguhkan sebagai bukti nyata kompetensi yang mulai terbentuk di lingkungan SR.
Baca Juga: Kuliner Malang 2026 Ini 10 Makanan Legendaris yang Bikin Wisatawan Ingin Balik Lagi
Wali Kota Syauqul Muhibbin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas dukungan penuh terhadap program ini. Mendapat amanah menjalankan program SR, kata dia, merupakan wujud syukur agar akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu bisa terealisasi.
"Atas nama Pemkot Blitar, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sosial, dan Kementerian PUPR yang telah mewujudkan SR di kota kami," ujarnya.
Ibin menekankan bahwa keberadaan sekolah ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan instrumen strategis. Menurutnya, masih banyak anak yang tidak sekolah karena terbentur keadaan ekonomi orang tua.
Baca Juga: Rawon Khas Jawa Timur Punya Sejarah Panjang hingga Disebut Sup Terenak di Dunia
"Pemkot Blitar sangat membutuhkan ini. Dahulu lahan ini adalah lahan pertanian yang digarap warga sekitar. Saya pun harus meyakinkan para petani bahwa alih fungsi ini adalah investasi terbaik untuk masa depan anak-anak kita di Kota Blitar," tambahnya.
SR mengusung konsep asrama yang komprehensif. Saat ini, total terdapat 202 siswa yang bergabung, dengan rincian 131 siswa berasal dari Kota Blitar (SD 27, SMP 49, SMA 55) serta 71 siswa titipan dari Malang dan Batu. Seluruhnya mendapatkan fasilitas pendidikan gratis, termasuk seragam dan perlengkapan dasar.
"Sekolah ini kualitasnya internasional, dengan lebih dari 15 ekstrakurikuler untuk menggali potensi siswa. Luar biasa, ada siswa yang baru setahun di sini sudah menguasai lima bahasa asing. Saya yakin, kelak saya akan menjagokan putra-putri SR untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional," tegasnya.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Kian Populer, Ruang Publik Gratis dengan Panorama Sungai dan Jembatan Ikonik
Menjawab kekhawatiran orang tua terkait lingkungan asrama, wali kota menjamin keamanan dan kenyamanan siswa. Sekolah menyiapkan 1 wali asuh untuk setiap 10 anak. Berbagai kegiatan akan didampingi untuk mencegah terjadinya perundungan.
"Antisipasi perundungan (bullying) dilakukan secara sangat ketat. Di sini, anak-anak diajarkan untuk saling menghargai dan kesetaraan," jelasnya.
Tidak hanya akademik, sekolah ini juga menanamkan kedisiplinan tinggi. Untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua pekan ke depan, pihak sekolah berencana melibatkan taruna Akmil.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Kian Populer, Ruang Publik Gratis dengan Panorama Sungai dan Jembatan Ikonik
"SR ini adalah kolaborasi lintas sektor yang mengutamakan pendidikan karakter, bakat, dan disiplin. Sekolah ini akan menjunjung tinggi kedisiplinan nomor satu," paparnya.
PIC (Person in Charge) Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Kota Blitar, Romal Sinaga, menegaskan bahwa hingga tahun kedua program ini sudah ada 182 sekolah yang berdiri di seluruh Indonesia dengan 43 ribu siswa.
"Kami ingin buktikan bahwa anak-anak bisa putus dari kemiskinan. Bagi siswa dengan IQ di atas 120, kami menyiapkan jalur menuju sekolah unggulan seperti Sekolah Garuda," ujar Romal.
Pemerintah berkomitmen untuk mengawal proses ini agar tetap on the track. Selain fokus pada pendidikan anak, pemerintah juga akan memberdayakan keluarga dari siswa tersebut agar secara ekonomi dapat naik kelas, berdaya, dan mandiri.
“Ini butuh kerja sama seluruh pihak, seperti disampaikan presiden, kolaborasi diperlukan untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tandasnya.
Usai mengikuti pembukaan, wali kota bersama jajaran forkopimda kembali melakukan monitoring ke berbagai fasilitas SR untuk memastikan pembagunan segera rampung.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah