JAKARTA - Trik memperkuat fungsi otak ternyata tidak selalu berkaitan dengan menghafal banyak hal atau memaksa diri bekerja lebih lama. Salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir adalah memahami bagaimana perhatian bekerja dan menciptakan kondisi mental yang disebut flow.
Trik memperkuat fungsi otak ini menarik karena masih banyak orang percaya manusia hanya menggunakan 10 persen kemampuan otaknya. Padahal, anggapan tersebut merupakan mitos. Seluruh bagian otak memiliki fungsi dan bekerja sesuai kebutuhan, meski tidak semuanya aktif pada tingkat yang sama secara bersamaan.
Karena itu, keterbatasan seseorang dalam belajar atau bekerja tidak otomatis berarti kemampuan otaknya rendah. Justru, keyakinan seperti “saya tidak cukup pintar” atau “saya memang tidak bisa matematika” dapat membuat seseorang lebih cepat menyerah sebelum kemampuannya berkembang.
Baca Juga: 6 Trik Memperkuat Fungsi Otak yang Sederhana tapi Efeknya Bikin Pikiran Lebih Tajam
Bukan Soal Menggunakan 100 Persen Otak Sekaligus
Otak manusia bekerja dengan mengatur perhatian berdasarkan tugas yang sedang dilakukan. Saat seseorang membaca, berbicara, berolahraga, memainkan alat musik, atau memecahkan masalah, jaringan otak yang berbeda akan terlibat.
Hal yang jauh lebih penting daripada mencari cara “mengaktifkan” 90 persen otak yang dianggap tidak terpakai adalah melatih kemampuan fokus. Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan dapat merasakan dirinya begitu tenggelam dalam aktivitas sampai tidak menyadari waktu berlalu.
Kondisi tersebut dikenal sebagai flow. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi memperkenalkan konsep ini untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang sangat larut dalam aktivitas, memiliki konsentrasi tinggi, kehilangan kesadaran terhadap waktu, serta merasa memiliki kendali atas apa yang sedang dikerjakan.
Kunci Flow Ada pada Tantangan dan Keahlian
Flow tidak muncul secara acak. Salah satu faktor penting adalah keseimbangan antara tingkat tantangan dan kemampuan yang dimiliki.
Pekerjaan yang terlalu mudah berisiko membuat seseorang bosan. Sebaliknya, tugas yang jauh melampaui kemampuan dapat memicu rasa cemas dan membuat konsentrasi pecah. Titik ideal berada di antara keduanya, ketika tugas cukup menantang tetapi masih terasa mampu ditaklukkan.
Konsep ini juga menjelaskan mengapa seseorang dapat begitu fokus ketika mengerjakan hobi yang dikuasainya. Pelukis, musisi, penulis, atlet, maupun pekerja profesional dapat mengalami kondisi serupa ketika perhatian mereka sepenuhnya terserap pada aktivitas.
Baca Juga: 6 Trik Memperkuat Fungsi Otak yang Sederhana tapi Efeknya Bikin Pikiran Lebih Tajam
Cara Melatih Otak agar Lebih Fokus
Untuk mendekati kondisi flow, langkah pertama adalah memilih waktu ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi terbaik. Setiap orang memiliki waktu produktif berbeda, sehingga penting mengenali kapan konsentrasi biasanya berada di titik tertinggi.
Gangguan juga harus dikurangi. Ponsel, televisi, percakapan, hingga meja kerja yang berantakan dapat mengalihkan perhatian. Menyiapkan seluruh kebutuhan sebelum mulai bekerja membuat seseorang tidak perlu berulang kali meninggalkan aktivitas utama.
Selain itu, pilih tugas yang jelas dan spesifik. Jangan hanya menetapkan target “belajar”, tetapi tentukan apa yang ingin selesai, misalnya memahami satu bab, menulis sejumlah halaman, atau menyelesaikan beberapa soal.
Latihan berulang juga penting. Semakin seseorang mengembangkan keterampilannya, semakin besar peluang untuk menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuannya. Namun, pencapaian flow tidak harus langsung terjadi pada percobaan pertama.
Dibutuhkan proses adaptasi sampai perhatian benar-benar terkunci pada pekerjaan. Karena itu, jangan kecewa ketika konsentrasi belum maksimal. Yang terpenting adalah terus melatih fokus, mengurangi gangguan, dan memilih aktivitas yang memberi tantangan sekaligus rasa tertarik.
Pada akhirnya, trik memperkuat fungsi otak bukan tentang membuka “kemampuan tersembunyi” seperti dalam film fiksi. Potensi tersebut lebih realistis diwujudkan melalui kebiasaan belajar, latihan keterampilan, pengelolaan perhatian, serta kemampuan menciptakan kondisi kerja yang optimal. Ketika fokus, kemampuan, dan tantangan berada pada titik yang tepat, seseorang dapat bekerja lebih produktif sekaligus menikmati prosesnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Sisi Terang