Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS, 19 Sekolah Permanen Mulai Tahun Ajaran 2026-2027

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Sekolah Rakyat memulai MPLS tahun ajaran 2026-2027. Sebanyak 19 sekolah permanen siap menerima siswa, sementara pembangunan terus diperluas.
Sekolah Rakyat memulai MPLS tahun ajaran 2026-2027. Sebanyak 19 sekolah permanen siap menerima siswa, sementara pembangunan terus diperluas.

 

SRAGEN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia. Pembukaan dilakukan secara simbolis di Sekolah Rakyat Permanen Terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, untuk menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026-2027.
Gus Ipul mengatakan sebanyak 19 Sekolah Rakyat permanen telah siap menyelenggarakan MPLS pada tahun ajaran baru tersebut. Program pengenalan lingkungan sekolah menjadi tahap awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan pendidikan sekaligus memulai kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.

Saat ini, sebanyak 28.478 siswa tercatat mengisi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 6.305 siswa jenjang sekolah dasar (SD), 11.166 siswa sekolah menengah pertama (SMP), serta jumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) sebagaimana disebutkan dalam pemaparan Menteri Sosial.

Baca Juga: SDI Ma’arif Plosokerep Tanamkan Ilmu dan Bangun Karakter Siswa, Padukan Pendidikan Internasional dan


Pemerintah juga berencana menambah kapasitas siswa di Sekolah Rakyat permanen. Kapasitas yang sebelumnya sekitar 1.000 siswa akan ditingkatkan menjadi 2.000 siswa. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Selain meningkatkan kapasitas, pemerintah terus menambah fasilitas fisik Sekolah Rakyat. Hingga kini, sedikitnya 104 gedung permanen Sekolah Rakyat telah dibangun di berbagai titik di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembangunan sebanyak 166 gedung permanen.
Pembangunan gedung juga akan terus dilanjutkan. Pemerintah merencanakan penambahan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat hingga akhir 2026. Dengan pembangunan tersebut, akses terhadap fasilitas pendidikan melalui program Sekolah Rakyat diharapkan semakin luas.

Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be


MPLS di Sekolah Rakyat Sragen
Di Sekolah Rakyat Permanen Terintegrasi di Sragen, seluruh siswa langsung mengikuti MPLS selama satu bulan. Para siswa tersebut terdiri atas 10 siswa jenjang SD, 123 siswa SMP, dan 125 siswa SMA.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen karena dinilai bekerja keras dalam mempersiapkan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Menurut dia, Sragen memulai proses pembelajaran Sekolah Rakyat lebih akhir dibandingkan daerah lainnya.
Gus Ipul menjelaskan, proses pembelajaran sementara di Sragen pada 2025 baru dimulai pada September. Sementara itu, sejumlah daerah lain telah memulainya pada Juli dan Agustus.

Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot


“Untuk Kabupaten Sragen saya harus memberikan apresiasi dan rasa hormat karena Kabupaten Sragen ini memulainya paling akhir,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Meski memulai lebih akhir, pemerintah daerah setempat disebut bekerja keras agar berbagai persyaratan dapat dipenuhi. Ketersediaan lahan menjadi salah satu hal yang disiapkan hingga akhirnya Sragen mendapatkan kesempatan untuk pembangunan gedung permanen.
Gus Ipul juga menyoroti kondisi gedung permanen Sekolah Rakyat yang kini digunakan untuk kegiatan pendidikan. Gedung tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif


Dengan dimulainya MPLS tahun ajaran 2026-2027, para siswa Sekolah Rakyat diharapkan dapat mulai beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru. Di sisi lain, pemerintah terus memperluas pembangunan gedung dan kapasitas Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut

Course: YouTube @metrotvnews

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Gus Ipul #Sekolah Rakyat #MPLS 2026 #Pendidikan