Sekolah Rakyat Dimulai, 9.700 Siswa dari Keluarga Miskin Ikuti Program Kemensos

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Sekolah Rakyat dimulai dengan 9.700 siswa dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem. Simak konsep, kurikulum, dan sistem pendidikan yang diterapkan.
Sekolah Rakyat dimulai dengan 9.700 siswa dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem. Simak konsep, kurikulum, dan sistem pendidikan yang diterapkan.

 

JAKARTA - Sekolah Rakyat mulai menjalankan kegiatan pembelajaran pada Senin, 14 Juli 2025. Program pendidikan yang dicetuskan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut ditujukan bagi anak-anak dari kelompok miskin hingga miskin ekstrem. Sebanyak 9.700 siswa disebut akan mengikuti program ini yang dilaksanakan secara bertahap di puluhan titik sekolah.
Pada tahap awal, pembelajaran Sekolah Rakyat telah dimulai di 63 titik. Sementara itu, sebanyak 37 titik lainnya dijadwalkan mulai berlangsung pada akhir Juli. Menteri Sosial Saifulah Yusuf menyatakan total terdapat 9.700 siswa yang akan mengikuti program pendidikan tersebut.

Baca Juga: Target Kunjungan Makam Bung Karno Diprediksi Naik Jadi 250 Ribu Setelah Dibuka 24 Jam, Peziarah Kini


Sekolah Rakyat memiliki konsep yang berbeda dibandingkan sekolah umum. Program ini dibuat sebagai bentuk afirmasi pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal dan tidak terbawa dalam proses pembangunan.
Salah satu perbedaannya terletak pada proses penerimaan siswa. Sekolah Rakyat tidak menerapkan seleksi akademik yang ketat seperti yang dilakukan sejumlah sekolah lainnya. Penyaringan siswa dilakukan oleh Kemensos berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional.
Selain menggunakan data tersebut, survei langsung di lapangan juga dilakukan untuk mendukung proses penyaringan. Dengan mekanisme itu, Sekolah Rakyat diarahkan untuk menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, terutama mereka yang dinilai tidak mampu bersaing dalam sistem pendidikan pada umumnya.

Baca Juga: Siap Sinergi, Cabdindik Blitar Dorong Guru dan Siswa Melek AI untuk Tingkatkan Kreativitas dan Kompe


Program tersebut juga membawa misi memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan untuk mendapatkan akses pendidikan. Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan harapan sekaligus membuka peluang agar cita-cita yang sebelumnya dianggap sulit diwujudkan menjadi lebih mungkin dicapai.
Tetap Mengacu Kurikulum Nasional
Meski memiliki konsep khusus, Sekolah Rakyat tetap menggunakan kurikulum nasional. Ketua Tim Formatur Rakyat Prof. Muhammad N menyampaikan bahwa program tersebut tetap menggunakan sistem academic mapping.

Baca Juga: SDI Ma’arif Plosokerep Tanamkan Ilmu dan Bangun Karakter Siswa, Padukan Pendidikan Internasional dan

 

Sekolah Rakyat juga menerapkan pendekatan baru bernama multi entry multi. Pendekatan tersebut memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih jalur pendidikan sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan masing-masing.
Kurikulum dirancang untuk menyetarakan kesiapan siswa dari berbagai latar belakang. Penyetaraan tersebut mencakup aspek fisik, psikologis, hingga akademik sebelum siswa memasuki pendidikan formal.
Untuk menjaga mutu pembelajaran dan administrasi, Sekolah Rakyat turut mengadopsi learning management system (LMS) digital. Sistem ini memungkinkan kegiatan belajar serta administrasi dipantau secara langsung oleh pusat.

Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be


Pemantauan melalui LMS mencakup sejumlah aspek, seperti kehadiran siswa, materi ajar, hingga identitas pengajar. Penggunaan sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Berasrama dan Perkuat Karakter
Sekolah Rakyat juga memiliki perbedaan dari sisi fasilitas dan pola pendidikan. Plt. Kepala BSKAP Kemendikdasmen Toni Toharudin menyatakan kualitas pendidik dan sarana di Sekolah Rakyat justru akan lebih unggul. Hal itu didukung proses seleksi guru yang dilakukan secara ketat.

Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot


Selain itu, Sekolah Rakyat dirancang dalam bentuk sekolah berasrama. Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga dijamin asupan gizinya selama mengikuti program.
Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademis. Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter, jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan praktis siswa.
Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan sekaligus membangun kesiapan siswa dari berbagai latar belakang agar dapat mengikuti pendidikan formal dan memiliki kesempatan berkembang.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

Course: YouTube @kompascom

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Sekolah Rakyat #Pendidikan #Kementerian Sosial #9.700 Siswa #Sekolah Berasrama