JAKARTA - Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Sejak diluncurkan pada Juli 2025, program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTS).
Sekolah Rakyat dibentuk untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai setara sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksanaan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemensos, tetapi melibatkan berbagai kementerian, lembaga, institusi, pemerintah daerah, hingga pihak swasta.
Baca Juga: Target Kunjungan Makam Bung Karno Diprediksi Naik Jadi 250 Ribu Setelah Dibuka 24 Jam, Peziarah Kini
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono menjelaskan hal tersebut dalam Forum Merdeka Barat 9. Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak diperlukan mulai dari proses seleksi siswa hingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Hingga akhir tahun ini, Kemensos telah mendirikan 166 Sekolah Rakyat sebagai tahap awal. Program tersebut juga telah melibatkan sekitar 2.400 tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Para siswa juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari asrama, ruang kegiatan ekstrakurikuler, hingga teknologi digital.
Baca Juga: Siap Sinergi, Cabdindik Blitar Dorong Guru dan Siswa Melek AI untuk Tingkatkan Kreativitas dan Kompe
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan, siswa Sekolah Rakyat diharapkan memiliki setidaknya tiga kemampuan utama.
Pertama, siswa diharapkan menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Kemampuan akademik tersebut menjadi salah satu dasar agar mereka dapat melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan setelah lulus.
Kedua, pendidikan di Sekolah Rakyat diarahkan untuk membentuk karakter. Agus Jabo menyebut karakter yang dibangun mencakup karakter kebangsaan, karakter keagamaan, dan karakter sosial.
Baca Juga: SDI Ma’arif Plosokerep Tanamkan Ilmu dan Bangun Karakter Siswa, Padukan Pendidikan Internasional dan
Ketiga, siswa juga mendapatkan pendidikan vokasi. Pendidikan tersebut terutama diberikan kepada anak-anak yang sudah memasuki jenjang sekolah menengah atas. Pembekalan vokasi diharapkan menjadi bagian dari kemampuan yang dimiliki siswa ketika menyelesaikan pendidikan.
Sistem Belajar Bersifat Multi-Entry
Agus Jabo juga menekankan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat menggunakan sistem multi-entry dan multi-exit. Dengan sistem tersebut, siswa dapat masuk untuk belajar kapan saja dan menyelesaikan pendidikan berdasarkan capaian masing-masing, bukan semata-mata berdasarkan tahun ajaran.
Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be
Sistem tersebut memungkinkan pendidikan disesuaikan dengan kemampuan siswa. Agus memberikan gambaran bahwa anak yang sudah berada di jenjang sekolah menengah atas tetapi sebelumnya belum mampu membaca dan menulis tetap dapat memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhannya.
“Anak-anak yang tadinya belum bisa baca tulis walaupun sudah SMA sudah bisa baca tulis,” ujar Agus dalam pemaparannya.
Menurut Agus, pendekatan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai konsep Sekolah Rakyat yang dibangun sebagai sekolah unggulan. Pendidikan tidak hanya melihat jenjang usia atau tahun ajaran, tetapi juga mempertimbangkan capaian kemampuan peserta didik.
Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot
Target Sekolah Rakyat pada 2026
Pengembangan Sekolah Rakyat akan dilanjutkan pada 2026. Pemerintah daerah ditargetkan memiliki bangunan permanen bagi Sekolah Rakyat yang saat ini masih menggunakan gedung sementara.
Selain pembangunan gedung permanen, terdapat harapan agar setiap kota dan kabupaten di seluruh Indonesia memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Target tersebut diarahkan untuk mendukung pemerataan fasilitas pendidikan.
Dengan pengembangan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini sekaligus diarahkan untuk memberikan pendidikan yang mencakup kemampuan akademik, pembentukan karakter, serta keterampilan vokasi bagi siswa sesuai jenjang pendidikannya.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif
Course: YouTube @CNNIDOFFICIAL
Editor : Agnes Adelia Hernanda