Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi Jalani MPLS, Siswa Mulai Ikuti Rutinitas Asrama

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi menjalani MPLS selama sepekan, dengan kegiatan olahraga, pengenalan siswa, hingga rutinitas harian.
Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi menjalani MPLS selama sepekan, dengan kegiatan olahraga, pengenalan siswa, hingga rutinitas harian.

BEKASI - Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat, memasuki hari kedua dengan agenda masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Para siswa mulai berkenalan satu sama lain, mengisi biodata diri, mengikuti arahan guru, hingga berolahraga bersama di lingkungan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kota Bekasi.
Pada hari kedua, siswa-siswi tampak antusias mengikuti kegiatan yang diberikan para guru. Aktivitas di dalam kelas belum berfokus pada pembelajaran akademik. Siswa lebih dulu diarahkan untuk saling mengenal dan membangun interaksi dengan teman-teman mereka.

Baca Juga: Terbentur Aturan Domisili Sekolah, Kabupaten Blitar Hanya Kirim 50 Atlet ke Popda Ngawi


Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni pengisian biodata diri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan siswa pada masa awal tahun ajaran baru. Selain itu, mereka juga berinteraksi dengan sesama siswa di dalam kelas.
Agenda MPLS tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Para siswa juga diajak berolahraga dengan berlari mengelilingi kompleks Sentra Terpadu Pangudi Luhur atau STPL Kota Bekasi.
Masa pengenalan lingkungan sekolah itu disebut masih berlangsung selama satu minggu. Artinya, pada masa awal tersebut siswa masih menjalani berbagai kegiatan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan rutinitas yang telah disiapkan.

Baca Juga: Potensi Kali Lahar di Udanawu, Dikembangkan Jadi Wisata tanpa Hilangkan Suasana Alami


Selain olahraga, rangkaian aktivitas siswa juga mencakup kegiatan bersama lainnya. Dalam penjelasan yang disampaikan, kegiatan tersebut antara lain senam pagi, olahraga bersama, mandi, hingga makan bersama.
Pada tahap awal ini, siswa juga belum mendapatkan pembelajaran rutin di ruang kelas. Kegiatan sebelumnya disebut masih dilakukan di aula dan lebih banyak berupa pengenalan atau aktivitas awal sebelum memasuki kegiatan belajar secara penuh.
Program Sekolah Rakyat juga dinilai membantu para siswa dan keluarga. Salah satu pihak yang memberikan keterangan menyebut keberadaan program tersebut sangat membantu.

Baca Juga: Putra Sang Fajar FC Bidik Stadion Soepriadi Jadi Homebase Liga 3 Nasional, Pemkot Pastikan Lapangan


Rutinitas harian siswa di Sekolah Rakyat juga cukup padat. Mereka memulai hari sejak pagi untuk mempersiapkan salat Subuh. Setelah itu, siswa mengikuti olahraga sebelum melanjutkan kegiatan pagi lainnya.
Usai olahraga, terdapat apel pagi dan sarapan. Setelah sarapan, siswa kemudian bersiap untuk mandi sebelum memasuki kegiatan sekolah. Jadwal sekolah berlangsung hingga sore.
Setelah kegiatan sekolah selesai, siswa mempersiapkan salat Asar. Mereka kemudian mengikuti apel sore sebelum melanjutkan kegiatan mandiri.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tahap Pertama Siap Beroperasi, Tampung 75 Siswa SMP


Rangkaian aktivitas belum berhenti setelah sore hari. Seusai Magrib, siswa masih memiliki kegiatan keagamaan dan mentoring. Pola kegiatan tersebut menjadi bagian dari rutinitas harian yang dijalani siswa selama mengikuti program Sekolah Rakyat.
Untuk waktu istirahat, siswa mulai masuk kamar pada pukul 21.00. Mereka diarahkan untuk beristirahat dan tidur agar dapat kembali bangun pada pagi hari dan menjalani rangkaian kegiatan berikutnya.
Dengan pola tersebut, hari-hari awal siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi tidak hanya diisi dengan kegiatan pengenalan sekolah. Mereka juga mulai beradaptasi dengan pola hidup bersama, kegiatan olahraga, aktivitas keagamaan, hingga rutinitas harian di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Akses Dam Kali Semut Rusak, Jalur Anak Sekolah dan Warga Terganggu


MPLS selama satu minggu menjadi tahap awal sebelum siswa menjalani kegiatan pendidikan secara lebih penuh. Pada hari kedua, fokus kegiatan masih berada pada proses pengenalan, interaksi antarsiswa, olahraga, serta pembentukan kebiasaan dalam menjalani rutinitas Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Target Kunjungan Makam Bung Karno Diprediksi Naik Jadi 250 Ribu Setelah Dibuka 24 Jam, Peziarah Kini

Course: YouTube @kompastv

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi #MPLS #Sentra Terpadu Pangudi Luhur #Bekasi