Sekolah Rakyat Siap Dimulai, 40 Lokasi Disiapkan untuk Keluarga Miskin

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Sekolah Rakyat disiapkan di sekitar 40 lokasi untuk tahun ajaran 2025/2026, dengan prioritas siswa dari keluarga miskin.
Sekolah Rakyat disiapkan di sekitar 40 lokasi untuk tahun ajaran 2025/2026, dengan prioritas siswa dari keluarga miskin.

 

BEKASI - Persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat terus dikebut untuk tahun ajaran 2025/2026. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di Sentra Pangudi Luhur, Bekasi, yang merupakan aset Kementerian Sosial. Secara umum, sarana dan prasarana di lokasi tersebut dinilai sudah cukup layak untuk memulai proses belajar mengajar.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah pihak dari Kementerian Sosial dan kementerian terkait melihat langsung kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat. Beberapa bagian masih membutuhkan penyempurnaan, di antaranya penambahan toilet dan ruang makan.
Namun, secara keseluruhan fasilitas utama telah tersedia. Lokasi tersebut memiliki tempat ibadah untuk muslim dan nonmuslim, asrama, serta ruang-ruang kelas. Kesiapan itu menjadi salah satu dasar untuk mengejar target pelaksanaan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dinilai Belum Mampu Tekan Angka Anak Tidak Sekolah


“Alhamdulillah sih semua yang melihat ini dianggap cukup untuk memulai proses belajar mengajar,” demikian pernyataan dalam peninjauan tersebut.
40 Lokasi Disiapkan
Selain di Bekasi, pemerintah sedang menyiapkan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dalam penjelasan yang disampaikan, saat ini terdapat sekitar 40 lokasi yang dinilai sudah siap.
Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bekasi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Untuk Bekasi sendiri disebut akan terdapat dua lokasi, sedangkan di DKI Jakarta terdapat tiga lokasi. Jumlah lokasi masih dapat bertambah karena proses persiapan terus dilakukan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dinilai Belum Mampu Tekan 4 Juta Anak Tidak Sekolah


Pemerintah juga berencana melakukan koordinasi dengan sejumlah gubernur di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang menggunakan aset Kementerian Sosial.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sasaran peserta didik akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, khususnya kelompok desil satu yang berada pada kelompok sosial ekonomi paling bawah.
Setelah memenuhi kriteria dari keluarga miskin ekstrem atau keluarga miskin, calon peserta didik akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Untuk tahap awal, peserta didik yang berada di sekitar lokasi sekolah juga menjadi prioritas.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS, 19 Sekolah Permanen Mulai Tahun Ajaran 2026-2027


Setara Sekolah Umum
Sekolah Rakyat nantinya memberikan ijazah yang setara dengan sekolah umum. Jenjang pendidikan yang disiapkan mencakup SD, SMP, dan SMA, meski tidak semua lokasi langsung membuka seluruh jenjang.
Di Bekasi, misalnya, penyelenggaraan direncanakan dimulai dari jenjang SMA. Sementara di daerah lain, pembukaan sekolah dapat dimulai dari SD, SMP, atau SMA, bergantung pada kesiapan masing-masing lokasi.
Kurikulum Sekolah Rakyat masih dalam tahap pematangan. Namun, konsepnya tidak akan jauh dari kurikulum yang sudah berlaku. Salah satu kekhasannya adalah sistem berasrama yang memungkinkan adanya pendidikan karakter tambahan di luar pendidikan formal.

Baca Juga: Terbentur Aturan Domisili Sekolah, Kabupaten Blitar Hanya Kirim 50 Atlet ke Popda Ngawi


Pembiayaan Sekolah Rakyat disebut berasal dari pemerintah. Untuk tenaga pendidik, proses penyiapan dan seleksi akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian terkait lainnya juga dilibatkan untuk mendukung sarana prasarana, tenaga pendidik, hingga kurikulum.
Sekolah Rakyat diharapkan memberikan akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program tersebut dirancang agar pendidikan peserta didik dapat berlanjut hingga SMA, kemudian diharapkan mereka dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.
Jika satu sekolah nantinya sudah terisi penuh pada jenjang SD, SMP, dan SMA, jumlah peserta didik diperkirakan bisa mencapai sekitar 1.000 orang. Dengan target sekitar 100 lokasi, jumlah peserta didik secara keseluruhan berpotensi mencapai sekitar 100.000 orang.
Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada keluarga miskin sekaligus mendorong kebangkitan masyarakat kecil. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat dapat memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan dalam pembangunan dan menjadi bagian dari generasi yang berkontribusi menuju 2045.

Baca Juga: Potensi Kali Lahar di Udanawu, Dikembangkan Jadi Wisata tanpa Hilangkan Suasana Alami

Course: YouTube @OfficiaISNDOnews

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Sekolah Rakyat #Pendidikan #Kementerian Sosial #Keluarga Miskin