BEKASI - Kegiatan belajar anak-anak di kawasan Teluk Buyung, Bekasi, tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Setiap Sabtu, anak-anak mengikuti kegiatan bersama relawan Sekolah Rakyat Bekasi yang diisi dengan aktivitas kreatif dan pembelajaran berbasis alam.
Kegiatan tersebut digelar secara rutin setiap Sabtu. Anak-anak mengikuti rangkaian aktivitas bersama para relawan dari berbagai latar belakang masyarakat. Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas yang bersifat kreatif dan menyenangkan.
Dalam video yang ditayangkan, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat kreativitas menggunakan bahan dan lingkungan sekitar. Anak-anak juga diajak mengikuti aktivitas mewarnai serta kegiatan lain yang mendorong mereka untuk bereksplorasi.
Baca Juga: Museum Peta Kota Blitar Masih Menunggu Anggaran Pusat, Pemkot Tetap Rawat Bangunan dan Hidupkan Kawa
Relawan menjelaskan, kegiatan yang dilakukan memang diarahkan pada aktivitas yang lebih banyak memanfaatkan alam dan kreativitas. Program tersebut dibuat sebagai salah satu upaya memberikan pengalaman belajar yang mungkin tidak selalu mereka dapatkan di sekolah.
“Karena pandemi kan jarang ada praktik,” ujar salah satu pihak dalam video tersebut ketika menjelaskan alasan kegiatan kreatif diberikan kepada anak-anak di kawasan Teluk Buyung.
Kegiatan tidak hanya berhenti pada aktivitas kreatif. Setelah rangkaian kegiatan, pembelajaran lain juga menjadi bagian dari agenda yang disiapkan. Di antaranya terdapat kegiatan yang berkaitan dengan membaca dan menulis.
Baca Juga: Mau Cek Berkas Sertifikat Tanah? Begini Cara Menggunakan Cari Berkas di Sentuh Tanahku
Dengan pola tersebut, Sekolah Rakyat Bekasi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih beragam. Aktivitas yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak untuk membuat karya dan berinteraksi bersama teman-temannya.
Relawan dari Berbagai Latar Belakang
Hal lain yang terlihat dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan relawan dari berbagai elemen masyarakat. Relawan tidak hanya berasal dari mahasiswa atau pekerja.
Dalam penjelasan pada video, komunitas tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai pekerja, wirausaha hingga pelajar. Bahkan, terdapat relawan yang masih berstatus sebagai siswa sekolah menengah atas.
Baca Juga: 10 Siswa Diawasi 1 Wali Asuh di Sekolah Rakyat Kota Blitar, Cara Pemkot Cegah Bullying di Kelas dan
Keterlibatan berbagai kelompok tersebut membuat kegiatan terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi. Para relawan berperan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung, termasuk ketika mereka melakukan aktivitas kreatif.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana relawan dapat terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan nonformal bersama anak-anak. Kehadiran mereka membantu menciptakan suasana belajar yang lebih santai sekaligus memberi ruang bagi anak untuk mencoba berbagai kegiatan.
Belajar Sambil Membuat Karya
Salah satu aktivitas yang diperlihatkan dalam video adalah teknik pewarnaan kain. Anak-anak mendapatkan arahan mengenai cara melipat kain sebelum diberi pewarna.
Baca Juga: Cara Cek Sertifikat Tanah di Sentuh Tanahku, Bisa Cari Berkas hingga Lihat Bidang
Kain terlebih dahulu dilipat untuk membentuk pola tertentu. Setelah itu, pewarna disemprotkan pada bagian yang telah disiapkan. Teknik tersebut dilakukan untuk menghasilkan pola warna pada kain.
Setelah diberi warna, kain kemudian dibasahi dan dimasukkan ke dalam plastik. Kain tersebut selanjutnya didiamkan selama sekitar satu jam. Selama menunggu proses tersebut, anak-anak dapat melanjutkan aktivitas lainnya.
Kegiatan sederhana itu menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menggabungkan kreativitas dan praktik langsung. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses membuat karya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Dimulai, 40 Lokasi Disiapkan untuk Keluarga Miskin
Selain kegiatan membuat karya dan mewarnai, relawan juga menyebut adanya aktivitas lain yang dilakukan bersama anak-anak. Salah satunya berkaitan dengan penyaringan air menjadi lebih jernih.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di Sekolah Rakyat Bekasi dikemas dengan beragam aktivitas. Anak-anak diajak belajar melalui praktik, kreativitas, serta kegiatan yang dekat dengan lingkungan sekitar.
Bagi anak-anak di kawasan Teluk Buyung, kegiatan setiap Sabtu tersebut menjadi ruang untuk berkumpul, bermain, sekaligus memperoleh pengalaman belajar di luar rutinitas sekolah. Sementara bagi para relawan, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan pengalaman pendidikan kepada anak-anak.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi Jalani MPLS, Siswa Mulai Ikuti Rutinitas Asrama
Course: YouTube @wartakotaproduction
Editor : Agnes Adelia Hernanda