BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi secara serentak. Peresmian berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Momen peresmian berlangsung penuh haru. Menteri Sosial Saifulah Yusuf bahkan tak mampu menahan air matanya saat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam acara itu, para siswa Sekolah Rakyat mendapat kesempatan menunjukkan berbagai bakat dan hasil kerja keras mereka selama mengikuti pendidikan. Salah satu kemampuan yang mendapat perhatian adalah keterampilan berbicara menggunakan beberapa bahasa.
Baca Juga: Honda Brio Satya 2025 Dibanderol Rp202,5 Juta, Intip Fitur dan Spesifikasinya
Penampilan tersebut membuat Presiden Prabowo memberikan apresiasi. Dia mengaku kagum melihat kemampuan bahasa Inggris yang ditunjukkan salah seorang siswa.
“Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa luar biasa,” ujar Prabowo dalam acara tersebut.
Prabowo kemudian membandingkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan pengalaman pribadinya yang pernah tinggal di luar negeri. Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris yang baik pada dirinya merupakan hal yang wajar karena pernah tinggal di sejumlah wilayah di luar negeri.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Elektronik Lebih Aman, Dilengkapi QR Code dan Tanda Tangan Elektronik
Namun, dia mengaku terkesan melihat kemampuan siswa Sekolah Rakyat yang mampu berbicara dengan baik dalam bahasa Inggris meski memiliki latar belakang berbeda.
“Karena saya besar di luar negeri. Kalau saya bahasa Inggrisnya bagus, ya wajar saya pernah tinggal di daerah-daerah situ,” kata Prabowo.
Presiden kemudian menanyakan nama siswa yang tampil menggunakan beberapa bahasa tersebut. Prabowo bahkan meminta agar siswa itu menghadap dirinya setelah acara.
“Nanti suruh menghadap saya,” ujar Prabowo.
Dia juga membuka kemungkinan agar siswa tersebut mendapatkan kesempatan untuk dikirim ke luar negeri.
“Eh, mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira gimana? Setuju enggak?” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dalam suasana acara yang berlangsung hangat. Perhatian Presiden terhadap kemampuan siswa menjadi salah satu momen yang menonjol dalam peresmian Sekolah Rakyat tersebut.
Baca Juga: Honda Brio Satya vs Brio RS, Apa Saja Bedanya dan Mana yang Lebih Worth It?
Selain meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak, Presiden Prabowo juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat dalam lima tahun masa pemerintahannya.
Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat. Dalam peresmian tersebut, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga memperlihatkan kemampuan yang mereka kembangkan selama berada di sekolah.
Suasana semakin hangat ketika Prabowo mengajak sejumlah anak untuk naik dan berfoto bersama di kendaraan Maung yang ditumpanginya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Disiapkan untuk Anak Keluarga Miskin, Ini Fasilitasnya
Momen tersebut memperlihatkan interaksi langsung antara Presiden dan para siswa. Anak-anak terlihat mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan kepala negara dalam rangkaian peresmian.
Kemampuan siswa dalam menggunakan beberapa bahasa juga menjadi perhatian tersendiri. Prabowo menilai kemampuan tersebut luar biasa dan menunjukkan hasil dari proses pendidikan yang mereka jalani.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat secara serentak di 34 provinsi menjadi bagian dari target pemerintah untuk terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat. Dengan target mencapai 500 sekolah dalam lima tahun, pemerintah akan melanjutkan pengembangan program tersebut.
Di tengah acara, kemampuan siswa tampil menjadi salah satu sorotan. Selain menunjukkan bakat, para siswa juga mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo.
Perhatian Prabowo terhadap siswa yang mampu berbahasa asing bahkan membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman di luar negeri. Hal itu menjadi salah satu momen yang menonjol dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha