JAKARTA - Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial untuk memuliakan keluarga miskin. Program ini dirancang dengan sistem boarding school atau sekolah berasrama dan diperuntukkan bagi keluarga miskin serta miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).
Dalam program Sekolah Rakyat, seluruh biaya hidup siswa ditanggung negara. Fasilitas yang diberikan mencakup biaya pendidikan, seragam, makan dan minum, buku, hingga pemeriksaan kesehatan.
Dengan demikian, siswa yang mengikuti program ini tidak perlu membayar biaya pendidikan maupun kebutuhan utama selama menjalani proses belajar. Program tersebut ditujukan untuk membantu keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan secara penuh.
Baca Juga: Sertifikat Tanah 2026 Gratis, Begini Syarat HGB Bisa Naik Jadi SHM
Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Program pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selain pembelajaran formal di kelas, siswa juga mendapatkan pendidikan yang berkaitan dengan pembentukan karakter. Materi tersebut meliputi nasionalisme, keterampilan hidup, kepemimpinan, serta empati sosial.
Konsep pendidikan ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik. Siswa juga diarahkan untuk memiliki karakter, kemandirian, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Baca Juga: Honda Brio 2026 Diklaim Lebih Mewah dan Canggih, Harga Mulai Rp165 Juta
Sistem boarding school membuat siswa menjalani proses pendidikan sekaligus kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kebutuhan dasar siswa selama mengikuti pendidikan menjadi bagian dari fasilitas yang ditanggung negara.
Mulai dari kebutuhan belajar hingga pemeriksaan kesehatan disiapkan dalam program tersebut. Konsep ini diharapkan dapat memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memadukan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter. Melalui materi nasionalisme, kepemimpinan, keterampilan hidup, dan empati sosial, siswa tidak hanya dibekali pelajaran sesuai jenjang pendidikan.
Program tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan. Akses pendidikan yang diberikan secara gratis menjadi bagian penting dari gagasan tersebut.
Dalam informasi yang disampaikan, sebanyak 53 titik Sekolah Rakyat disebut siap beroperasi pada Juli 2025. Sementara itu, 200 titik lainnya mulai dibangun secara bertahap pada tahun yang sama.
Pengembangan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Baca Juga: Cara Cek Berkas Sertifikat Tanah lewat Sentuh Tanahku, Cukup Scan Barcode
Dengan pembiayaan yang ditanggung negara, siswa memperoleh fasilitas pendidikan sekaligus kebutuhan hidup selama berada dalam program. Pendidikan yang diberikan juga tidak hanya berfokus pada pelajaran formal, tetapi mencakup pembentukan karakter dan keterampilan.
Melalui program tersebut, Sekolah Rakyat diarahkan menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Pemerintah juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha